Tag Archives: twitter

Cerita mini di twitter

Tujuanku membuat twitter memang untuk menghibur para penikmat kata. Beberapa akun di twitter aku ikuti seperti @fiksimini dan @puisikita . Sebenarnya ada banyak lagi seperti yang baru kuketahui, ada juga loh @horormini.

Aku mencoba hal baru, karena suka membuat cerpen namun tidak mungkin bukan membuat cerita pendek di twitter pasti terlalu banyak. Oleh karena itu, aku membuat #ceritamini. Walaupun belum ada akun twittnya, namun bagi yang mau ikutan, silahkan 🙂 dengan kode ( #ceritamini _ #(judul cerita) ) contohnya, seperti ceritamini yang aku buat semalam.

#ceritamini berjudul #prakta by: @zulazula

> Kamu satu dalam hatiku. Walau realitanya kamu bukan satu-satunya. #prakata

 > Malam itu terakhir kau manja aku. Belai rambut hitamku. Kecup kedua mata sipitku. Lalu, pergi tak kembali.#prakata

 > Dimulai dari nada do rendah katamu. Berlahan pasti do tinggi ku dapat nyanyikan. Katamu merengkuh tubuhku, hangat. #prakata

> “Aku akan kembali.” aku menatap janjimu. Bulan berganti. Pesan mu tak sampai di rumahku. #prakata

> Tubuh ini tak rata lagi. Dia di sini. Menunggu janjimu. Dia buah ikatan cinta kita. #prakata

> Mungkin telah samar kau ingat. Di bawah gerimis, tak ragu kita lebur rasa ini. Kau janji sematkan ikrar sehidup semati. #prakata

> Dentuman peluru beserta mesiu, menikam telinga dan otakku sayang. Kembali ! Aku tak sudi sendiri. #prakata

> Derita ini tak sebesar harapanku akan kepulanganmu. Sudah hampir waktunya. Sepucuk pesan belum hadir juga. Pasrah. #prakata

> Nafasku hampir habis. Kudorong agar dapat melihatmu kelak. Kau ayahnya,ia penyemangatku. Gading, nama darimu. Sakit sekali sayang! #prakata

> “Kau pasti kembali kan?” “Jika tuhan izinkan. Pasti aku memelukmu lagi. Tentunya bersama benih kita.” kecupanmu terbangkan resahku. #prakata

> Sengaja aku mengalihkan berita. Kusibukkan waktuku untuk susui Gading. Air mata penantianku kering sudah. Aku tak ingin jadi gila. #prakata

> Ini sudah hampir bulan ke12. Renita dengan senyum bahagia menyambut Joni suaminya. Sayang, kamu di mana?#prakata

> Pikiran itu kembali menyampahi menit nafasku. Kau sengaja buahi aku. Agar sosokmu tak luput dari ingatanku! Iya? #prakata

> Tak tahan! Tiap kali Gading menggigit putingku. Tiap kali Gading bangunkan mlmku. Tiap kali Gading meraba kt, “pa..” aku tersiksa. #prakata

> “Jon, kemana dia? Mengapa dia tak pulang denganmu waktu itu?” tanyaku memaksa. Joni hanya diam. Menatapku hampa. Aku tak bs terka. #prakata

> Tak perduli kini. Aku rangkap diriku. Ibu dan ayah untuk Gading. Satu pintaku, setidaknya kuterima jasadmu.#prakata

> Lima tahun bersama. Kutemukan jawabnya. Janjimu terkubur bersama perjuangan itu. Ikhlas. Gading, ia masa dpnku kini. #prakata 

Tamat


Iklan

7 Komentar

Filed under Cerpenku, Share Live