Tag Archives: puisi

Good idea for amazing book :D

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.03 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.29 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.17 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.51.39 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.52.12 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.56 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.52.28 AM

Terima kasih, telah mempercayai buku anda dengan Zula Design. ¬†Semoga mereka terlahir untuk membuat pembaca lebih baik dan cerdas. Semangat terus! Dan jangan lupa Zula Design solusi terbaik untuk jasa desain ūüôā

Segera pesan desain kamu, layout, atau editing ke

Contact:

LINE: ZULAZULAA

SMS: 08988221335 (NO WA)

PIN BB: By request

e-mail: nuzula.zula@gmail.com

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Dipertemukan Denganmu Hujan

kembali aku dipertemukan dengan hujan

balada usang menari kembali di ingatan

saat kedua telapak tanganmu menyeka air yang menetes di atas kerinduan

saat bibirmu bersandar untuk beberapa detik di keningku

dan kita berdiri berpayung malu di bawah derai hujan

bersamamu…

 

24 Maret 2011 – Nuzula Fildzah

2 Komentar

Filed under PUISIKU

Aku Ingin Pulang

Foto by Nuzula

Foto by : Nuzula

 

Aku ingin pulang

Haus belaian pandangmu yang terkadang menelanjangi angan

 

Aku menerawang

Susuri khatulistiwa untuk peluk persendianmu

yang mulai merindu sentuh tubuhku

 

Kau tak tahu bibir ini kelu?

Kau tak duga rindu kian sesati aku?

Dan kini aksara berumah di kedua retinaku

 

Sajakku belum terbang padamu?

Mungkin ia tersasar

atau beku oleh angin malam,

hingga tak tersampaikan petaruh batinku

Atau,

tuli telah menyelingkuhi hati dan telingamu?

 

Aku ingin pulang, sayang

ke rumahmu yang telah bertuan

Salah,

Benar,

Peduliku mati

dalam gelinjang sabar

 

Nuzula Fildzah, Tangerang, 170311

2 Komentar

Filed under PUISIKU

Malaikat untuk Jingga

By : Nuzula Fildzah

Sore ini, langit Phuket seperti mengepulkan cercahan matahari yang mulai mengumpat dalam gemawan angkasa. Ada rona-rona sipu di sana, membuat pipi langit di pantai barat Phuket menggembilkan jingga di atas gulungan ombak yang mulai pasang.

Mungkin ini yang dinamakan ketenangan. Tidak ada suara-suara yang mendesak hatiku untuk memilih lagi. Aku menikmati apa yang ada di depan mata sekarang ini. Suasana pantai yang mulai sepi, suara deburan ombak yang mulai bersatu dengan suara hati. Dan aku suka tiap kali senja mulai merekah di atas kepala. Aku bagai dipayungi Tuhan segala berkah. Walaupun, mungkin ayah dan ibu sedang gelapan mencariku di kamar hingga lemari tidurku. Mereka tidak tahu, aku di sini. Mereka tidak tahu, aku berani melangkahkan tubuhku ke luar negeri.

Cukup melegakan bisa menapakkan kaki di pasir Patong. Tidak ada perbekalan apa-apa, hanya membawa beberapa helai pakaian dan tentunya tabunganku yang orang tua tidak pernah tahu. Sengaja aku tidak beritahukan mereka tentang kebohongan-kebohongan kecil setiap aku memberikan secarik kertas bayaran. Entah bayaran kuliah, hingga merekayasa beberapa kejadian, misalnya untuk acara amal. Mungkin hal ini, bisa dikecap uang haram, namun aku tidak perduli. Ini memang strategi dari pelarianku. Aku tidak mau menghabiskan umur bersanding dengan pria berkulit keriput dan beberapa tahun lagi renta. Tidak bisa terbayangkan, hidup tanpa cinta pertama.

Sayap_patah           : Hei Malaikat kecil. Pasti dirimu sedang melihat sayap-sayapku terbang di angkasa yang mulai menyibakkan senja. Kamu jadi lari dari rumah?

‚ÄúPesan messenger dari sayap patah?‚ÄĚ ucapku saat melihat Yahoo Messenger yang menyala di ponselku. Tanpa berlama-lama, jemariku mulai membalas pertanyaannya.

Malaikat_kecil           : Il cielo è così bello qui [1].

Sayap_patah             : Va bene! [2] Kamu belum jawab pertanyaanku.

Malaikat_kecil           : Tenang, aku memang sudah di sini. Sesuai dengan    rencana. Tidak ingin menikah dengan lelaki renta, berharta hahaha!

Sayap_patah : Kau benar-benar gila! Bagaimana jika uang   tabunganmu itu habis? Aku tahu, kau tidak punya keahlian apa-apa kecuali berlari dari kenyataan.

Malaikat_kecil : Apa pedulimu? Pokoknya aku akan di sini, sampai mereka tidak memaksaku lagi. Titik!

Baca lebih lanjut

10 Komentar

Filed under Cerpenku

Penantian Terakhir

Tentang Seseorang Reff. Nuzula Fildzah by nuzulazula ( Klik untuk Mendengar )

Seperti berkabung dalam duka

Mengintai harapan dengan rasa pasrah

Tubuh itu ada di ujung sana

Melambai-lambai

Memanggil aku yang berdiri tak pasti

Baca lebih lanjut

12 Komentar

Filed under Cerpenku, PUISIKU

Perjalanan Adam dan Hawa

Prolog ( HAWA )

banyak jiwa berkata, ” Keabadian hanya mimpi belaka. “

Adam dan Hawa, dahulu kasih mereka tak beradu pada waktu

surga singgahsana indah, nikmat tanpa duka

kamu ingat dahulu, tawa terlempar manis padaku

sebelum khuldi melelehkan abadi

Prolog ( ADAM )

surga, nirwana terindah bagi Adam dan Hawa

detik, menit, serta jam bersatu dalam sebuah anugrah, tak ternilai

sempurna, kala Adam dan Hawa bersatu abadi

namun kala adam goyah dalam hasutan,

bujuk rayu syetan memupuskan semua

kita terpisah

Baca lebih lanjut

13 Komentar

Filed under PUISIKU

Goresan Senja di Atas Rindu

Tentang rindu yang aku hembuskan pada angin

Tentang malam yang mampu menjawab ragu

Tentang kamu senja di lipatan langit yang jauh

Aku perindu bentang sendu warnamu

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under PUISIKU

Hari ini Fakta

embun menyapaku pagi ini

membantuku berhenti menguyah buah nirwana

rasanya tak terditeksi pengecap rasa

memang kaki ini telah berjalan jauh menyusuri jalan berduri tuk temukan surga hati

semalam….

tersadar pagi ini

embun pagi menyejukan kepengatan mimpi

lelahnya penyusuran hati

hingga igau menggaung sepanjang terbius malam

menyadarkanku dari dunia fiktif bukan fakta

hari ini fakta 

YA ! Ini nyata

karena terasa rohku kembali hidupkan aku dalam sadarku

biarkan kulanjutkan langkahku di sini

dunia fakta tanpa fiktif belaka

nuzula fildzah, 25 april 2010, tangerang

6 Komentar

Filed under PUISIKU

Larangan Ayah Pegangan Cintaku

By : NUZULA FILDZAH

 

Untuk kesekian kali. Dia terkurung sunyi. Mungkin ini yang dikatakan ” Anak Emas!”

” Ingat, tidak ada yang namanya pacar-pacaran dulu! ” kata ayah padanya. Ia hanya menggerutu dalam hati. Huft kenapa sih ? umurku sudah tidak ABG lagi. Tapi kenapa masih saja diperlakukan seperti anak baru beranjak dewasa?

” Kamu dengar tidak kata-kata ayah? Ayah lihat belum ada satupun cowok yang dekat denganmu itu berniat serius padamu. Hanya membuang-buang waktu saja. Jika sudah waktunya orang yang tepat pasti akan kau temui nak. Jangan seperti orang yang takut JOMBLO! ” ucapnya lagi dengan nada tinggi. Gadis itu hanya mengangguk sambil sesekali memaju mundurkan bibirnya tanda ia jengkel atas ayahnya yang terlalu takut akan dirinya.

” Kenapa diam? kamu mengerti tidak kata ayah?! “

” Iya ayah.. aku mengerti… ” ucapnya pasrah. Sang gadis beranjak dari kursi rotan yang ia duduki dan melangkahkan kaki ke kamarnya dengan penuh pertimbangan atas kata-kata ayahnya. Ia membaringkan tubuhnya ke atas kasurnya yang selalu ia basahi dengan air mata disaat duka karena kecewa. Namun tetap saja kasurnya adalah kasur ternyaman yang membawa ia terbang ke awang-awang terindah. Baca lebih lanjut

27 Komentar

Filed under Cerpenku, PUISIKU

Jika Kau Manusia

Jika kau manusia pasti kau punya insting.
Namun jika kau malaikat, hanya dengan menjentikkan jari saja tanpa insting dan rencana.

Manusia,
Makhluk yang bercorak tampak kokoh jika dipandang kasat mata.
Dingin dan tak terditeksi kelemahannya.
Ingat! KASAT MATA !
Namun semua pandangan itu akan tenggelam, karena semua itu abstrak.
Manusia lemah,
oleh rasa,
oleh cinta….

Dan roh ini terbakar oleh kelemahan itu.
Mengapa?
Pandang saja aku, aku ini apa? Malaikat ATAU MANUSIA?!
Ya, aku hanya M.A.N.U.S.I.A !

Segumpal darah, yang terbentuk menjadi sebongkah daging, dan ditiupkan olehnya ruh….
rasa,hati,jiwa, aku manusia.. biasa…

Dan lemah lunglai semua !
Karna satu,
hanya itu,
hal yang tak pernah ada jawaban kekongritan dan keabadian.
Rasa, cinta.

*nuzula fildzah,250809 Tangerang*

3 Komentar

Filed under Cerpenku