Tag Archives: cerpen remaja

Sampul Buku itu Berkonsep bukan Asal

promo-buku-rezy

 

som

 

Hallo!

Gemas rasanya, kalau ada penulis yang membuat cover bukunya asal-asalan, tanpa konsep. Apalagi menganggap enteng sebuah sampul buku dengan mencomot begitu saja dari internet.

Zula akan membantu kamu untuk membuat bukumu berharga untukmu begitu juga para pembacamu. Dengan membuatkan design cover khusus hanya untukmu tanpa yang lain memilikinya. Adapun jasa editing juga layout agar bukumu baik untuk dibaca dan enak dilihat.

Yuk pakai Zula Design, dengan senang hati menjadi partner dalam karya-karyamu.

Untuk major atau indie self publishing jika ingin bekerjasama, Zula dengan senang hati akan join.

 

Contact person:

zula

08988221335 WA/SMS

pin bb for request.

email: nuzula.zula@gmail.com

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Time, love and sweet

Dari banyak cerita, pasti mengandung unsur waktu, cinta dan sesuatu yang manis. Itu juga yang membuat saya menciptakan cover buku novel. Semua orang pasti melihat wujud buku untuk dipilih dan dibaca. Setidaknya, sampul buku menunjang penampilan dan berharganya sebuah buku. Seperti manusia, cantik tapi berbaju lusuh pasti kurang pas! Berikut cover-cover terbaru dan sweet!

 

Screen Shot 2016-01-21 at 7.07.31 AM buku cs joey

 

Info price list please e-mail: nuzula.zula@gmail.com

Contact person: 08988221335 (SMS fast respond) atau Whatsapp.

Thank you,

Zula Design

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Good idea for amazing book :D

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.03 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.29 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.17 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.51.39 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.52.12 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.50.56 AM

 

Screen Shot 2015-09-24 at 5.52.28 AM

Terima kasih, telah mempercayai buku anda dengan Zula Design.  Semoga mereka terlahir untuk membuat pembaca lebih baik dan cerdas. Semangat terus! Dan jangan lupa Zula Design solusi terbaik untuk jasa desain 🙂

Segera pesan desain kamu, layout, atau editing ke

Contact:

LINE: ZULAZULAA

SMS: 08988221335 (NO WA)

PIN BB: By request

e-mail: nuzula.zula@gmail.com

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Lanjutkan Mimpi!

Screen Shot 2015-08-14 at 5.27.05 PM

 

Screen Shot 2015-08-14 at 5.27.25 PM

 

Screen Shot 2015-08-14 at 5.30.07 PM

Screen Shot 2015-08-14 at 5.29.18 PM

Screen Shot 2015-08-14 at 5.31.03 PM

I draw with heart, touch every colour with love.

Percayakan design cover bukumu, novel, dan design lainnya pada Zula Design 🙂

(cover, layout, editing, wedding invitation, birthday invitation, and any design)

For price please contact me:

Fast Respon: 08988221335  (only SMS) and email nuzula.zula@gmail.com

LINE: zulazulaa

BBM: by request

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Buatlah mereka hidup bukan sekedar ada

Sebuah karya terkadang hanyalah memikirkan segi terbit saja atau terpuaskan dengan kata selesai. Tapi tidak jika memang sang pembuat karya menghargai karyanya sendiri, ia akan membuatnya ada dan hidup. Karya kita ingin dihargai bahkan dibeli, bukankah ia harus baik dan bernilai di mata orang lain? Jadikanlah bukumu indah, dengan tampilan menarik, indah disetiap lembarnya dan baik dibaca.

Berikut ini, mereka yang ingin karyanya abadi. Terimakasih telah memilih Zula Design menjadi bagian dari maha karya kalian 🙂

 

Screen Shot 2015-07-29 at 1.11.41 PM

Screen Shot 2015-07-29 at 1.11.31 PM

Screen Shot 2015-07-29 at 1.11.23 PM

Screen Shot 2015-07-29 at 1.11.12 PM

 

Buatlah buku karyamu menjadi berkesan di hati siapapun, tanpa kecuali. Zula Design siap membantu  🙂

contact person: 08988221335 (SMS)

email: nuzula.zula@gmail.com

Line : zulazulaa

 

 

Love,

Zulazula

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

KARMA

KARMA

Oleh: Nuzula FIldzah

Diam-diam kucuri lidahnya.

 Saat ia  terpulas dalam nada belaian.

 Bisu merajai pagi.

 Palsu tak akan warnai hidupku lagi.

***

Pagi ini tubuhku terpantul kembali pada cermin lemari jati yang masih kokoh berdiri di kamar mendiang Opa. Aku tinggal tak dengan siapa-siapa, setelah mereka menjadi kelelawar hitam yang mendobrak jendela rumah. Hanya menyisakan puing-puing kaca dan tetes air mata. Aku sebatang kara.

Aku memandangi dari ujung rambut hingga ujung kakiku, terutama bagian yang kulihat semakin jelas terlihat. Dahulu, setahun yang lalu. Tubuhku belum melengkung seperti sekarang ini, masih lurus bagai papan cuci kayu yang dipakai Mbok Inah mencuci bra-braku. Ya, BRA. Sudah kubuang semua! Yang membuatku sesak hingga sulit bernapas. Jelas, dadaku semakin membesar dan aku tak tahu mengapa bisa seperti itu.

Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Cerpenku

Antologi Cerpen Sini “Rahasia Rindu”

 

 

 

 

 

leutika prio

@asakecil | @bbintangb | @santaaurelia | @jemarimenari | @drivojansen | @eka_nugraha | @HajralSofi | @Wulfr1c | @germarama | @lymirza | @mooiemandy | @zulazula | @rigeladitya | @reginahelin | @auliarevan | @septamellina | @yuska77

YUK PESAN YUK!  

Tebal : viii + 149 hlmn

 Harga : Rp. 36.300,-

 ISBN : 978-602-225-137-8

Bisa dipesan melalui twitter @zulazula / @bbintangb

email: nuzula.zula@gmail.com

atau bisa langsung pesan di web Leutikaprio (klik gambar di bawah)

leutika prio

2 Komentar

Filed under Cerpenku, Share Live

Segera Terbit Buku Kumpulan Cerita Cerpen Sini!



Hampir seluruh cerpen dalam buku ini adalah kegilaan dari pikiran-pikiran cerdas anak-anak muda yang gelisah. Penuh pemberontakan. Mereka mengemas cerpen yang sebelumnya ditulis dalam format fiksimini, lalu dikembangkan secara kreatif menjadi sebuah cerita pendek yang padat dan berisi. Barangkali akan ada kontroversi atas keliaran pikiran-pikiran yang melampaui norma umum. Akan tetapi, begitulah sebuah proses menjadi dewasa, dan seorang pembaca sastra yang bijaksana akan menghargai apa yang telah mereka kerjakan Penuh daya kreatif. Pantas untuk dibaca.

Joni Ariadinata

(cerpenis, redaktur Majalah Sastra Horison)

Komentar di atas merupakan salah satu komentar DAHSYAT setelah membaca buku KUMPULAN CERPEN SINI!

Buku ini telah mengalami perjalanan yang tidak singkat, sehingga dapat terlahir juga menjadi sebuah buku yang kami yakin layak untuk dibaca dan dimiliki para pecinta CERPEN FIKSI! Dalam perjalanannya kami memutuskan untuk memberikan judul yang khas untuk merangkum semua cerpen di dalamnya, untuk judulnya TUNGGU SAJA YA!

Insyaallah buku ini akan lahir pada bulan November awal dan siap membuat kalian TERHIPNOTIS!

Berikut ini adalah penulis-penulis cerdas yang dengan cinta dan kegilaannya telah menulis kisah-kisah di buku ini.

Asa Laily F. Huda

* Bintang Pradipta

* Chrysanta Aurelia

* Drivo Jansen

* DisaTannos

* Eka Nugraha

* Hajral Sofi

* Keenan Timotius

* Lariza Oky Adisty

* Lily Mirza

* Lulu Amanda Sukardono

* Nuzula Fildzah

* Ramadhan Aditya

* Regina Helin Joanita

* Revan Aulia Kamil

* Septa Mellina

* Yuska Vonita

2 Komentar

Filed under Cerpenku, Share Live

HINA UNTUK CINTA

HINA UNTUK CINTA

Oleh : Nuzula Fildzah

Malam dingin merasuki pori-pori.  Menghantam sekujur tubuh, yang orang bilang kurus melingkar ngeri. Bagaimana tidak ngeri, tubuh ini sekilas tak berdaging, hanya kulit melapisi sendi-sendi dan kini perutku membuncit. Aku rindu tubuhku yang elok dahulu. Daya pikat aku dengan suamiku. Sekarang aku benci cermin. Ia makhluk paling mengerikan, di dunia untukku. Aku tidak suka berkaca, ia sungguh seperti berdusta. Walau aku tahu, kebenaran terpantul di dalamnya. Sebuah kata menghantam wajah, “ Kau tidak berharga!”

Aku lelah menangisi semua yang memang ternyata nyata. Apa salahku, mengapa harus aku? Kini, duniaku bagai terbalik. Seperti tubuh ini, menciut seperti terhisap angin.

***

Menangis, bukanlah pengobat siksa. Bergantian mereka menikmati. Satu jam lalu, Pengusaha kaya telah memakai jasaku. Menikmati tubuh remajaku. Ia berkali-kali bertanya, “Kamu suka punyaku? Nikmat kan?” Aku tersenyum kecut. Lidah ini seperti tong sampah! Spermanya mengalir di lidah. Muak! Ini dosa. Aku tahu, ini HINA!

Subuh menjelang pagi, di sampingku pria berbeda kembali melumat diri. Kali ini, ia bermain di bawah. Lalu merangkak ke atas, menindihku, kemudian memaksa melayani dirinya penuh napsu. Ini gila! Mereka setan dunia! Tiga tahun kulakukan tanpa rasa. Aku menutup mata, batin, dan mengacuhkan keberadaan Tuhan. Aku tidak ingin terbuai, namun uang mengendalikan pikiran. Gadis perantau, dengan tumpukan galau yang dibawa dari desa Bengalau. Ibuku mati, diperkosa rentenir desa. Ayahku lari, tinggalkan aku bersama dua lelaki belang di ranjang. Mereka rentenir penagih hutang ayah di meja judi. 17 tahun umurku waktu itu. Ironis, vaginaku telah dijejaki lelaki. Kata hina melayang, terbang menampar wajah mudaku. Aku merintih dan ingin mati! Sayangnya, aku takut neraka. Api yang menyala pasti belum siap kukecap di akhirat. Jalan pintas datang, saat aku sampai di kota. Andini, wanita modern, cantik, dan terlihat kaya. Rasa iba darinya, membawaku dalam dunia yang salah.

***

Aku menatap wajahnya yang biru. Di meja jati, terhampar pil-pil antibodi. Umurnya panjang, karena obat-obatan. Dua bulan lalu, suamiku membeberkan ketidakputihan hidupnya, dan pria ini meninggalkan aku dengan kondisi mengandung buah hati kami. Aku mengecam wanita tua yang tidak pernah buatku bahagia, selalu saja meninggalkan tanya. Aku terluka, kau tahu renta!

” Mengapa kau tidak mati saja? Aku ini tak jelas anak siapa. Kau membuatku hina di mata pria yang kucinta! Kau bungkam, namun darah hina kau mengalir dalam diri ini! ” ia hanya menangis.  Dahulu, aku pernah bertanya kepadanya, tentang penyakit yang ia derita. Ibu, mengapa tubuhmu dipenuhi benjolan busuk seperti itu? Ibu sakit apa?

***

  Aku tahu, kamu membenci sosokku. Aku ibu, tanpa pendamping di sampingku. Kala malam datang, kau kerap tanyakan siapa ayahmu. Maafkan ibu sayang, ibu tidak tahu. Begitu banyak lelaki temani malam dan menuangkan benih pada ibumu ini. Aku tidak tahu dan seharusnya kau tidak pernah tahu.

Obat-obatan itu memang denyut nadiku. Penyakit hina, telah mendarah di tubuhku, empat tahun lalu. Setelah mataku terbuka dan membulatkan tekat, berhenti menjual diri. Semua karena kamu, anakku Cinta.

Sosok Suryo, dari awal aku tidak suka padanya. Wajahnya mengingatkan aku pada seorang lelaki buaya. Ia pernah merayuku menjadi isteri simpanannya, karena isterinya tak memuaskan syahwat dirinya. Ia pikir, itu sanjungan? Rayuan itu hinaan! Namun,kau menikah dengannya. Rahasiaku terbongkar, karena benar lelaki buaya itu ayah kandung Suryo.

Cinta, mengapa kau menatap ibu seperti itu? Ibu ingin sekali memelukmu, seperti dahulu saat kau ibu susui. Ibu tahu, suatu kesalahan kau kususui dahulu. Bukan gizi yang kau dapat, namun hinaku tertular padamu. Maafkan ibu cinta, dosaku terbawa dalam aliran darahmu dan kuharap tidak pada benih di dalam rahimmu. Nafasku terasa berat, urat-uratku tertarik erat, sekujur tubuh nyeri. Cinta, maafkan ibu…

***

Aku dan ibu terdiam. Hanyut dalam suara malam. Tidak tahu apa yang ibu pikirkan, mungkinkah penyesalan? Tubuhnya rapuh, wajahnya tak lagi sesegar dahulu. Aku tak ingin menua dengan derita seperti dirinya. Aku malu! Ini semua HINA! Suryo menalakku, siapa lagi kini yang mencintaiku? IBU?

Kami saling bertatap, angin malam hembuskan hatiku yang biru. Tangannya terlihat meraba kedua dadanya, terlihat napasnya terengah-engah. Ah, mungkin penyakitnya kumat, seperti biasa ia sering sesak, lalu membuang dahak. Hijau berbau busuk. Jijik aku! Namun ia tetaplah ibuku yang harus kubasuh dari segala debu. Aku manatap ibu, kedua kelopak matanya kini berlahan sayu dan berlahan menutup. Mulutnya tiada lagi bergetar seperti berzikir pada Tuhan. Seketika Risau mulai mencekik rasaku, ada apa dengannya? Aku memang membencinya, namun ia tetaplah ibuku, walau ia menjadikanku hina. Aku berlari memeluk erat ibu.

“ Ibu, bangun bu…” Rintihku, berusaha membangunkan wanita yang melahirkanku. Ia tidak bergerak, kedua pipinya lembab air mata. Ia menangis seperti berduka beberapa menit yang lalu sepertinya. Sesal menyilet kalbu, ia tampak tak bernyawa, apakah ia telah mati? Semua ini, menampik segala buruk di dirinya. Menutup segala amarah. Jari-jari ini, masih saja berkali-kali menggoyangkan tubuhnya. Ia terlihat kaku, tubuhnya terasa dingin, kupegang kedua lengannya, tak ada denyut di sana. IBU BENAR-BENAR TELAH TIADA!

Malam berurai duka, langit deskripsikan untaian pilu rasa. Di bawah kursi goyang tua, ibu kubaringkan. Belum dengan kain kafan, aku masih menatapnya nanar. Ayat Tuhan terucap perlahan dari bibirku yang tertahan meluncurkan ungkapan, “Maafkan aku Ibu. Aku sa..ya..ng padamu.” Nyata sudah, Ibu telah tiada, aku tidak siap merana. Aku memang hina, dan kini Tuhan menjawab semua. Aku tak pantas dicinta.

Sebilah pisau, menatapku nanar. Ikut dengan ibu atau bertahan dengan calon bayiku? Sudahlah, aku tidak ingin hina ini berkelanjutan, anakku pintu harkat martabat kehidupan yang baru. Hina Ibu memang untukku, namun hinaku bukan untuk peri kecilku. Secarik kertas kutemukan di bawah kursi Ibu, perlahan aku membaca tulisan Ibu, “Maafkan ibu Cinta. Jaga cucukku, bayi dalam kandunganmu. Ia penerus keluargamu, keluarga Ibu.”

Tangerang, 16 Desember 2010

Tinggalkan komentar

Filed under Cerpenku

Malaikat untuk Jingga

By : Nuzula Fildzah

Sore ini, langit Phuket seperti mengepulkan cercahan matahari yang mulai mengumpat dalam gemawan angkasa. Ada rona-rona sipu di sana, membuat pipi langit di pantai barat Phuket menggembilkan jingga di atas gulungan ombak yang mulai pasang.

Mungkin ini yang dinamakan ketenangan. Tidak ada suara-suara yang mendesak hatiku untuk memilih lagi. Aku menikmati apa yang ada di depan mata sekarang ini. Suasana pantai yang mulai sepi, suara deburan ombak yang mulai bersatu dengan suara hati. Dan aku suka tiap kali senja mulai merekah di atas kepala. Aku bagai dipayungi Tuhan segala berkah. Walaupun, mungkin ayah dan ibu sedang gelapan mencariku di kamar hingga lemari tidurku. Mereka tidak tahu, aku di sini. Mereka tidak tahu, aku berani melangkahkan tubuhku ke luar negeri.

Cukup melegakan bisa menapakkan kaki di pasir Patong. Tidak ada perbekalan apa-apa, hanya membawa beberapa helai pakaian dan tentunya tabunganku yang orang tua tidak pernah tahu. Sengaja aku tidak beritahukan mereka tentang kebohongan-kebohongan kecil setiap aku memberikan secarik kertas bayaran. Entah bayaran kuliah, hingga merekayasa beberapa kejadian, misalnya untuk acara amal. Mungkin hal ini, bisa dikecap uang haram, namun aku tidak perduli. Ini memang strategi dari pelarianku. Aku tidak mau menghabiskan umur bersanding dengan pria berkulit keriput dan beberapa tahun lagi renta. Tidak bisa terbayangkan, hidup tanpa cinta pertama.

Sayap_patah           : Hei Malaikat kecil. Pasti dirimu sedang melihat sayap-sayapku terbang di angkasa yang mulai menyibakkan senja. Kamu jadi lari dari rumah?

“Pesan messenger dari sayap patah?” ucapku saat melihat Yahoo Messenger yang menyala di ponselku. Tanpa berlama-lama, jemariku mulai membalas pertanyaannya.

Malaikat_kecil           : Il cielo è così bello qui [1].

Sayap_patah             : Va bene! [2] Kamu belum jawab pertanyaanku.

Malaikat_kecil           : Tenang, aku memang sudah di sini. Sesuai dengan    rencana. Tidak ingin menikah dengan lelaki renta, berharta hahaha!

Sayap_patah : Kau benar-benar gila! Bagaimana jika uang   tabunganmu itu habis? Aku tahu, kau tidak punya keahlian apa-apa kecuali berlari dari kenyataan.

Malaikat_kecil : Apa pedulimu? Pokoknya aku akan di sini, sampai mereka tidak memaksaku lagi. Titik!

Baca lebih lanjut

10 Komentar

Filed under Cerpenku