Another bag.3

“Berhenti, kumohon,”

Aku berusaha tidak melihat kedua matanya. Dedaunan di pepohonan taman kota terdengar bergoyang, mereka bersentuhan hingga terjatuh satu demi satu, kenangan terangkat kembali dari waktu-waktu yang telah berlalu dan kupikir akan mati dengan sendiri.

“Jangan menunduk, bukankah hanya aku yang menenangkanmu?”

“Itu, dulu,” jawabku datar – masih berusaha menunduk.

Memang bukan semestinya, aku menerima pertemuan ini. Bodoh kau, FLO! Sudah cukup menjadi anak durhaka, kali ini ucapan wanita yang mengandungku itu benar, dia perumit segalanya, situasi dan…

“Kamu masih merasakan degupan itu Flo, jujur padaku!”

Kedua lengannya berhasil merengkuh tubuhku, setelah sekian lama aku melupakan harum tubuhnya, berusaha mengusir suara detak jantung dan aku benar-benar merasa lemah tak kuasa melarikan diri darinya.

Gumpalan awan biru berubah abu-abu, sekawanan burung gereja terbang ke utara meramaikan langit menjingga. Kesalahan atau kebenaran di depanku ini? yang kumengerti, hati ini terus menyuarakan bahwa, dekaplah dia selama aku bisa.

***

Pagar rumah mulai terlihat, entahlah perasaanku seperti disemuti dan ingin aku meremas semua semut-semut itu!

“Kuantar sampai rumah, boleh? Sudah lama tidak bertemu keluargamu,”

“Kalau kamu siap untuk dihakimi, silahkan,” jawabku sedikit ketus. Aku menghembuskan napas, perasaan aneh di dalam dadaku masih terasa. “Turunkan aku di sini saja,” pintaku.

Ia memberhentikan mobilnya tidak jauh dari rumah. Pintu pagar rumahku terlihat terbentang, seperti ada tamu di sana. Aku menoleh padanya, merekam setiap lekuk wajah pria di hadapanku ini dan ia pun terlihat melakukan hal serupa, kami saling berpandang, kami seperti ingin mengembalikan waktu yang telah lalu.

“Hari ini, aku seperti penjahat,” tiba-tiba bibirku berkata demikian. Ia tersenyum sedikit ingin tertawa namun terlihat ditahannya.

“Karena bertemu denganku, diam-diam?” tanya dia, sambil mengelus lembut kepalaku. Aku mengangguk, menarik napas dan membuang cepat-cepat lewat hidungku.

“Pikirkan semuanya Flo, aku akan menunggu, bukan untukku tapi untuk kita. Kamu dan masa depanku,”

***

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s