Another Bag.2

Helaian bougenville ungu terdampar mati di tanah halaman rumahku. Nama bunga yang cantik yang tak banyak tahu. Kelopaknya seperti kertas lusuh berwarna, karena itulah mama menyebutnya bunga kertas.

“Jangan kamu tanam bunga ini di rumah kamu dan Ben,” ujar mama berdiri di sampingku sambil menatap guguran bougenville yang masih berjatuhan.

Udara mengisi paru-paruku dan kuhembuskan ke langit-langit pekarangan. Aku menoleh ke jendela, tampak beberapa buah tempat seserahan berenda biru muda sudah siap diisi dengan pakaian dan barang-barang seserahan dari Dion. Perasaanku mengambangkan kebingungan, mama pasti kecewa sama halnya dengan Dion yang kecewa padaku.

“Jangan dihias dulu Mah,”
“Kenapa Flo?”
“Dion harus ke luar kota, Bosnya memberikan proyek besar. Dan aku sudah sepakat kalau,”
Belum selesai aku bicara, ama menyelakku,”Menunda?Lagi?”
Kepalaku mengangguk. Wajahnya mendatar dan membalikkan badan, masuk ke dalam rumah.

Mungkin kebodohan bersarang di kepalaku. Dua kali Dion menunda dan ini karena dia. Lelaki bermata cokelat yang menuliskan kisah di hidupku dan membuatku lupa cara mengapus masa lalu.

***

Bersambung

Iklan

3 Komentar

Filed under Uncategorized

3 responses to “Another Bag.2

  1. ini mah kependekan ceritanya. minimal 500 kata untuk setiap episode cerbungnya supaya ga ngebingungin pembaca.^ ^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s