Another bag.1

Langit merintik dengan tenang, menetes kemudian perlahan meluncur sisakan buram yang mengembun. Kegelisahan mengepung kota beratap langit tak berawan. Hanya abu-abu bercampur hitam, membuat beberapa anak jalanan, berjalan menggendong payung dan menjajakkannya pada para pegawai yang baru keluar kantor. Suasana penuh gelisah, terlihat dari mobilku yang telah terjebak dalam kemacetan dan sunyi membuatku ditemani derap wiper yang sibuk menyapuh butiran hujan berulang-ulang.

“Arrrgh!” Jeritku kesal dan tanpa sengaja membunyikan klakson. Beberapa detik setelah itu, kendaraan depan-belang ku, latah membuyikan klakson mereka.

Rintik kini telah menderas berpasangan dengan cahaya kilat. Aku beberapa kali menunduk, sungguh bukan suasana menyenangkan di saat hujan berteman dengan kilatan. Bibirku komat-kamit berdoa, di saat Ingin kurebahkan tubuhku, meringkuk, disertai suara televisi untuk menyamarkan kesedihan.

***

“Masa depan sulit masuk jika masa lalumu masih tersimpan baik. Aku akan cancel semua Flo,”

“Maksudmu?”

“Ini!”

Ben menaruh benda yang tak asing bagiku. Dari kepala, berdesir panas mengalir membuat jantungku berdenyut cepat.

“Kenapa diam Flo?” Nada Ben terdengar menghardikku.

“Itu bukan apa-apa, buang saja Ben,”

“Kamu bukan membutuhkanku, Flo. Bukan aku,”

Bersambung….

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s