Pinjam Sakumu

Aku terlalu bosan ditunggangi Tunggu,
mengalikan resah dalam gulungan doa,
menebak-nebak apakah esok masih ada.

***

Gemetar tiap lidah melisankan ingin,
satu – hal – sendiri membuahi percuma. 

Aku seperti angin,
lalu-lalang melayang terjanjikan hal yang tak usai-usai.

***

Sakumu biar kupinjam dulu,
mungkin cukup mewadahkan sabarku,
dengar hembusan udara itu,
keluar-masuk denyutkan otakmu.

***

Sempit!

Lihat sakumu menguarkan apa yang kutitipkan.

Kubilang, tak akan pernah cukup,
sebabnya tanyakan saja pada detak-detik,
saksi bahwa setengah pikiranku hanya
Menunggumu.

Nuzula Fildzah – Tangerang

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under PUISIKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s