Ingin Menjadi Apa?

“Kalau sudah besar mau jadi apa nak?” 

Pertanyaan itu kini terngiang kembali di telingaku. Namun, kali ini tidak ada yang mempertanyakan itu padaku. Aku yang mempertanyakan itu pada diriku sendiri. Coba aku hitung, satu, dua, tiga…. ya tepatnya 16,5 tahun aku duduk belajar dengan angka, teori, lalu belajar belajar mandiri. Aku menyebutnya belajar mandiri ketika aku berada di bangku kuliah. Bagaimana tidak, dosen hanya menyampaikan lalu mahasiswa menganalisinya sendiri, kemudian dosen menyanggah atau memuji hasil analisis kita. Begitu juga skripsi. Masa-masa yang memusingkan itu sudah terlewati dengan syukur dan memuaskan. Tapi semua itu bisa dibilang sebuah dokumentasi pembelajaran saja, yang tidak jauh-jauh hanya berbentuk huruf dan angka. Lalu, setelah selesai kuliah, masih ada tanda tanya di kepala. Aku harus apa? Jawabannya pastilah bekerja. Lalu, aku bertanya kembali, bekerja apa? Dan sekelilingku yang menjawabnya. Kerja ini aja, itu aja, dan balalala banyak lainnya. Aku memiliki jawaban sendiri sebenarnya dan jawabanku itu berlanjut menjadi tanda tanya. Ah, hidup selalu berujung tanda tanya (?) YA?

Sekarang, aku menjalani dua kegiatan dalam hari-hariku. Bekerja sebagai staff Pusat Sumber Belajar yang masih dirintis tentunya di sebuah Sekolah Dasar Islam di Jakarta. Pekerjaanku menyenangkan, aku berbaur dengan anak-anak kecil yang ramah dan penuh kepolosan. Aku cinta dunia anak-anak. Ketika berada di antara mereka, aku merasa berada di taman bermain kecil yang bisa membuang segala masalah. Aku mencintai mereka sebab bibir-bibir mungil mereka masih jarang dihinggapi dusta. Lalu, pekerjaan keduaku adalah desainer cover buku, editor, dan melayout (Novel, kumcer, dll). Pekerjaan ini kulakukan seperti menulis, ada rasa suka dan puas ketika selesai. Apalagi saat pemesan berdecak senang, aku merasa sangat hidup. Bukan, aku bukan ingin dipuji, tapi aku hanya ingin tetap ada, untuk menjadi bahagia.

Lalu apa permasalahannya? Ini bukan masalah. Hanya, aku selalu bertanya pada diriku sendiri. Selanjutnya apa? Goalku apa? Jika sewaktu sekolah goalku adalah lulus dan nilai bagus, sekarang apa? Bahagiakan orang tua, itu goalku dari dahulu. Kini masih tetap sama. Namun, jujur, aku ingin berdiri pada kakiku sendiri, menikmati waktuku tanpa ada rasa getir. Aku ingin memiliki pemimpin. Pemimpin hidupku. Rasanya itulah kelengkapan diatas cita-citaku yang lain. Karena aku ingin berbagi, bukan membagi tanda tanya, namun berbagi cerita, cinta, dan bahagia untuk orang yang bisa memimpinku.

Jadi, kamu mau jadi apa?

Aku ingin menjadi sebuah bahagia.

Nuzula Fildzah

Iklan

2 Komentar

Filed under Share Live

2 responses to “Ingin Menjadi Apa?

  1. imraan muslim

    dan semua orang bicara ini bicara itu : blabla blabla….
    Jadi aku mau apa?
    Aku mau bahagia
    Bahagia ku mungkin tidak seindah harapanmu

    Jadi kamu mau apa?
    Kamu mau bahagia
    Bahagia mu mungkin harus terima aku apa adanya

    # Beberapa pertanyaan passion zula seperti tanya orang-orang besar yang ku kenal belakangan ini. huff….
    # Suka tulisannya ^__~ good job Zula

  2. phenyukerooo

    aku mau jadi S. Pd :”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s