Menunggumu

Aku menunggumu di sini. Tenang, lebih tepatnya berusaha untuk tak bergejolak.

Lorong dengan denting-dentang palu seperti musik sembilu klasik menyembunyikan risau yang berkicau. 

Di bangku kayu inilah pagiku setengah merekah, menunggu kamu datang, menunggu kamu menggoreskan tinta penentu hari esokku.

Teruntukmu, dosen pembimbing duaku.

 
Iklan

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “Menunggumu

  1. penantian dalam doa pasti menjadi nyata?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s