Goresan Senja di Atas Rindu

Tentang rindu yang aku hembuskan pada angin

Tentang malam yang mampu menjawab ragu

Tentang kamu senja di lipatan langit yang jauh

Aku perindu bentang sendu warnamu

 

***

 

Telah tersampaikan pesan hatimu itu

Sang angin yang menghampiri malam sendu

Kamu terdiam tanpa datang ungkapkan itu

Mengapa?

Apa karena aku ragu?

Atau hanya bulan-bulananmu?

Aku sesak dengan doa-doa yang kukirimkan, tanpa kau balas dengan jawaban

Hanya angin dan diam

 

***

 

Pesan itu tak hanya datang dari angin

Cobalah kautelaah. angin hanya perantara

Tidakkah kau merasa sebuah firasat?

Firasat itu kuat,

antara kau dan aku

Hinggaplah lebih dalam,

uraikan setiap diamku

 

***

 

Aku lelah membaca,

kamu dan firasatku yang tak tentu

Menjawab nyata atau bayang belaka

Aku tahu tiap nafasmu adalah debaranku

Kau ingat?

Senja setahun lalu

Langit merayu dirimu untuk suarakan rasa itu

Rasa di mana aku tersipu

Menjingga hingga bermimpi indah

Namun,

sabit berganti purnama kau menghilang

Menyisakan senyuman untuk kuulang tanpa kamu merengkuh diriku

Kamu tahu?Aku rindu

Rindu tak hanya bayangmu

Aku rindu bergelayut dengan secercah kecupmu

 

***

 

Mengapa kasih?

Kau terlalu berbeda seperti senja yang kukenal separuh musim terakhir

Ataukah

senja telah meredup

Menghilang karena kelam malam?

Ataukah

Senja telah berlabuh pada sebuah kesunyian

Kau tahu akulah nafasmu

Mengapa kau meragu?

Di mana keyakinanmu yang kau tuturkan separuh tahun yang lalu?

Aku tak mengerti

Sepenggal kasihku tak lagi dapat kau kecap

Harus dengan apa perasaan fasih ini bisa menikam hatimu lagi?

Hingga aku bisa menuai kasih seperti kemarin

Kala kita ikrarkan janji untuk bersama

Aku merindumu,

merindu kamu yang dulu kasih

 

***

 

Aku senjamu

Warna kasih yang dahulu memeluk hatimu

Namun aku sepi,

senja sepi tanpa kamu yang bersinar lagi

Aku butuh hadirmu

Bukan rindu dari kejauhan semu

Lihatlah langit,

saat meneteskan gerimis saat itulah aku menangis

Menunggu kamu menepi di sisi,

tanpa pesan angin yang lalu lalang pergi

Terlalu lama perjalananmu

 

Aku senja ,

jangan biarkan menjadi malam

Hitam tanpa kau sang terang

 

Kembali,

susun rindumu bersama rinduku

kembali,

dekap gigilku akan penantianmu

Aku sakit

Kamu penawar hati

 

***

 

Jarak adalah sela sela dalam kasih kita sayang

Tidakkah kau merasa lebih dekat?

tidakkah kau merasa lebih nyaman?

Jarak hanya semata

Kita akan mengarunginya bersama

 

Aku akan pulang dengan kasihku kasih

harapan itu masih belum sirna

Aku tanam bersama sinar untuk terangi malammu

Namun nanti,

disaat kita bisa mengurai sepenggal bersama

Tunggu aku dalam penantian manismu,

seperti pesisir yang selalu menunggu datangnya pasang

 

Aku ingin menuai bersamamu lagi,

merangkai rindu,

rinduku dan rindumu

 

 

17 Desember 2010

( Dituliskan oleh @zulazula dan @danangwidoyoko – racauan fiksi yang berbuah karya senja di atas rindu )

Iklan

3 Komentar

Filed under PUISIKU

3 responses to “Goresan Senja di Atas Rindu

  1. wow..Goresan rindu yang menuai jingga…sungguh menyentuh 😀

  2. wah puisi yang bagus de…??
    jujur aja kaka ga bisa bikin kaya gitu..!!
    cayooo my sister..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s