COKIBERS – Cowok Kita Bersama

CHOKIBERS
by: Nuzula Fildzah
Di bawah Pohon besar nan rindang, saat matahari masih nampak terik dan menyengat. Aku dan ketiga temanku sedang asyik berteduh dan mengisi kekosongan waktu dengan berinternet geratis dikampus kami tercinta. Jelas aku sangat cinta kampusku ini, koneksi internetnya lancar, aku bisa puas wifian sampai batrei Laptopku kempot !
“ Syafira, buka FS gue dong… “ pinta Rara manja.
“ Ih, gue dulu sya! Apaan sih Ra, gue kan udah ngetime dari awal tadi dikelas! “ selak Lolita judes.
“ Yaampuun! Itu ada Gabie. Dia juga bawa laptop. Kenapa jadi laptop gue yang diperebutkan?!”
“ Gabie lagi sibuk chat. Lo tahu dia kalau lagi chatting susah diganggu gugat!” jawab Lolita manyun. Akhirnya aku mengalah dan memberikan laptopku kepada Lolita dan Rara. Aku menghampiri Gabie yang tampak sedang serius dengan Apple Macbooknya.
“ Bie chat sama siapa?”
“ Katanya sih anak kampus ini juga.”
“ Fafa? Siapa tuh? Jurusan apa?”
“ Enggak tahu gue Sya, Duh kayaknya gue panggilan alam nih! Lanjutin nih sya, gue mau ke WC dulu. “ katanya terburu-buru sambil menyerahkan tahta applenya padaku.
Fafa88 : << BUUZ !
BieCute : Sorry. Gabienya lagi kebelakang bentar.
Fafa88 : kamu siapa?
Biecute : sahabatnya Syafira
Fafa88 : ooo
Biecute : Anak UNJ juga? Jurusan apa?
Fafa88 : Akun 06
Biecute : ooh… gue seni 07
Fafa88 : si gabie juga?
Biecute : iyup!
Fafa88 : by the way lagi di teater terbuka wifian?
Biecute : iyalah..
Fafa88 : WAH ! aktifin web cam kamu dong!
Biecute : lah ngapain, sama-sama di teater terbuka kok. Ketempat gue aja.
Fafa88 : dimananya?
Biecute : bawah pohon gede!
“ DOR! “
“ KUMAN LO! “ teriakku latah. Ternyata Gabie yang mengagetkanku dari belakang. aku fikir fafa. Haduuh kuma deh latahku!
“ Jelek banget sih latah lo kuman ! Hayo, ngapain sama Fafa?”
“ Enggak.” Jawabku datar. Aku melihat kesekelilingku. Mana sih cowok itu? padahal cluenya gampang banget. Cuma ada satu pohon besar di teater terbuka ini. Ah, palingan dia bohong anak UNJ juga,

“ BANG BAKSONYA DUA BANG! “ teriak Gabie dari bawah pohon besar tempat kita biasa wifian. Kebetulan di depan pohon ini ada tempat makan bakso yang yummy banget.
“ Eh, siapa yang mau bakso lagi? “ tanya Rara. Aku dan Lolita menunjuk tangan. Lalu kembali terfokus pada layar Toshibaku.
“ Sya, kemarin lo chat sama siapa?” tanya Lolita tiba-tiba.
“ Katanya sih namanya Fafa anak Akutansi 2006. “
“ Anak sini juga? Kenapa enggak diajak ketemuan?” tanya Lolita lagi tampak interesting sekali.
“ Ngakunya iya, gue udah kasih tahu tempat tongkrongan kita. Tapi dia enggak menunjukkan batang hidungnya. Yah mau dikata apa? Mungkin bohong. Namanya juga cuma lewat chat, bisa saja cuma ngaku-ngaku.” Jelasku. Lolita terlihat berfikiri sejenak, kemudian menggangguk-angguk. Mungkin dia juga setuju dengan pendapatku.
Lima belas menit kemudian…
“ Permisi… “ suara ngebass tiba-tiba membuat aku dan ketiga temanku menoleh kearah suara itu berasal. Dan, oh my god ! Cowok ! Dan lumayan keren. Badannya tinggi , wajahnya enggak beda jauh sama sammy pemain Eifel I Am In Love, so pasti dia GANTENG! Teriakku dalam hati.
“ Iya, kenapa yah? “ tanyaku. Rara, Gabie, dan Lolita masih terlihat masih belum tersadar, mereka masih terpelongo melihat cowok yang sekarang ada di depan kami persis.
“ Sorry, ada yang namanya Syafira dan Gabie? Gue Alfa. “ katanya sambil menyebutkan namanya. Alfa? Aku enggak kenal orang ini, mengapa dia menanyakanku dan Gabie? Apa jangan-jangan…
“ Gue Gabie! Lo Fafa? “ tanya Gabie yang tersadar karena mendengar cowok ini menyebutkan namanya.
“ Iya, Gue Alfa, tapi biasa dipanggil Fafa. Oh lo Gabie, yang namanya Syafira?”
“Syafira.” Ucapku sambil mengulurkan tangan kananku untuk berkenalan. Biar lebih afdol gitu! Dan pasti tahu lanjutannya, Rara dan Lolita langsung enggak mau ketinggalan kenalan juga. Dasar temen-temenku ini enggak bisa lihat cowok ganteng sedikt pasti nyosor.

Pesona Alfa benar-benar memikat hati. Dari hasil berbincang-bincang dengannya aku bisa menangkap auranya. Dia cowok yang enggak hanya cakep tapi juga cerdas dan gaul.
“ Pokoknya itu bakalan jadi cowok gue! “
“ Eh, enak aza itu gebetan gue! Yang nemuin dia kan gue duluan Ta!”
“ Um, kalau dia pilihnya Rara gimana? Enggak boleh pada protes yah…”
“ ADUH ! STOP GIRLS !” teriakku kesal. Aku pusing dari setengah jam yang lalu yang dibahas Alfa terus. Sekarang mereka berebutan pula! Kamarku jadi penat dengan ocehan mereka semua. Belum tentu juga Alfa itu Jomblo.
“ Ngapain sih pada rebutin Alfa? Enggak penting tau ! “ kataku lagi.
“ Yah, habisnya gimana dia cool banget! “ ucap Rara polos.
“ Iya tapi… ‘ KRIIING, KRIIING, KRIIING ‘ “ belum lagi aku melanjutkan kata-kataku, ucapanku terselak oleh teriakkan N73 milikku. Aku meraih HPku dan ternyata ALFA ! Enam pasang mata sahabatku langsung tertuju kearahku, sepertinya mereka penasaran melihat raut wajahku yang tak enak untuk mengangkat telpon dari Alfa.
“ Kenapa enggak diangkat? “ tanya Lolita.
“ Iya, dari siapa Sya? “ lanjut Gabie dan Rara bersamaan. Aku hanya tersenyum kecut dan terpaksa menunjukan N73ku.
“ Wah, jangan-jangan Alfa suka sama lo Sya!” tebak Rara , dan itu membuat Gabie memasang wajah BT.
“ Yah enggaklah! Baru juga kenal. “ kataku. T
iba-tiba…
“TOET,TOET,TOEEET !” suara ponsel Gabie.
“ ALFA TELPON GUE! ANGKAT ENGGAK? “ teriak girang Gabie. Aku mengangkat bahu tanda terserah padanya. Namun ketika Gabie ingin menjawab telpon itu, panggilannya terputus.
“ Alfa tadi telpon Syafira, sekarang elo Geb. Mungkin aja besok juga telpon gue atau Rara. “ kata Lolita. Hem, aku pikir iya juga, lagipula tadi kita semua tukeran nomer dengan Alfa.
“ Girls, just for have fun gimana kalau Alfa kita jadikan CHOKIBERS kita?! “usul Rara cengar-cengir.
“ JADI COWOK KITA BERSAMA ?! “ tanyaku kaget.
“ Iyah, dari pada kita rebutan. Mendingan jadi mlik bersama aja. Lagian kita kan baru kenal. Jadi ini gebetan kita bersama dan enggak boleh ada yang curi start PDKT sama dia duluan, harus sama-sama.”
“ kenapa? “ tanya Gabie.
“ Karena persahabatan kita lebih penting dari apapun juga. Dan sekarang kita sedang tertarik sama cowok yang sama. Makanya biar sama-sama ngerasa seneng, kita jadikan dia…”
“ CHOKIBERS ! “ kataku, Gabie, dan Lolita. Aku fikir Rara kali ini benar.

Sudah hampir dua minggu ini Alfa selalu bersama kami berempat. Awalnya Gabie yang mengajak nongkrong bareng bersama, namun kesini-sininya Alfa sendiri yang datang dan ikut nongkrong di tempat tongkrongan aku, Gabie, Rara dan Lolita. Pergi nonton pasti ada Alfa, waktu ke Dufan kemarin Alfa pun ikut serta bersama aku dan ketiga sahbatku, pokoknya hampir disetiap kegiatan aku dan genkku ada Alfa yang menemani. Alfa sangat care denganku dan aku yakin dengan ketiga temanku pun dia begitu. Karena Alfa sendiri tahu bahwa dia adalah CHOKIBERS kita berempat, dan dia tidak keberatan dengan setatus itu. Mungkin dia menganggap itu hanya lucu-lucuan aku dan ketiga sahabatku.
Alfa cukup akrab dan memanjakan aku juga ketiga sahabatku. Terbukti Alfa selalu menjemput kami berempat hampir setiap hari jika ke kampus. Aku dan teman-temanku merasa dunia ini lebih berwarna karena sifat Alfa yang easy going. Dan selama ini perjanjan CHOKIBERS itu berjalan dengan baik tanpa ada yang melanggar.
“ Sya? Kamu lagi ngapain “ tanya mamah yang tiba-tiba masuk ke kamarku.
“ Lagi baca buku aja kok mah. Ada apa?”
“ Ada yang mencari kamu nak, sepertinya yang sering menjemput kamu kuliah.”
Hah? Alfa? Mau ngapain dia kerumahku malam hari begini? Apa mungkin ada yang penting, tanyaku dalam hati.
Aku melihat Alfa sudah duduk manis di ruang tamu rumahku. Dan dengan T-Shirt polonya itu dia terlihat very nice malam ini.
“ Malam Sya..” sapanya padaku. Ku hanya membalas dengan senyuman , lalu duduk di sampingnya.
“ Aku ganggu yah? Udah mau tidur ya?”
“ Enggak ganggu, ada apa Fa? “
“ Besok jalan mau enggak? Aku pengen kamu nonton pertandingan beseball ku di senayan.” Ajaknya sambil tersenyum manis padaku. Entah mengapa tatapannya membuat hawa tubuhku tak menentu.
“ Tapi sama Rara,Gabie dan Lolita juga kan?”
“ Hum, enggak usah. Aku mau kamu saja yang datang memberi dukungan padaku. Please…” pintanya dengan memasang raut wajah memelas. Aku bingung, aku tidak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku, tapi aku juga tidak bisa pungkiri aku sayang Alfa.

“ Sya, jalan yuk ke FX! Kita kan belum pernah lihat seluncuran yang katanya terpanjang itu loh. “ ajak Lolita ketika aku sedang bergegas pulang. Karena Alfa akan menjemputku dirumah sore nanti. Dan kebetulan hari ini kuliah hanya empat sks. Aku pulang bisa lebih awal.
“ Duh, maaf Ta. Kayaknya hari ini enggak bisa. Gue udah ada janji sama nyokap. Sorry banget yah…”
“ Yah, padahal gue, Rara, Gabie pengen banget ke FX. Kalau enggak kita kurang lo kayaknya enggak afdol. Yaudah deh, tunda dulu ke FXnya. Oh iya Alfa tepon lo enggak ? kok dia enggak kelihatan yah hari ini? “
“ Alfa? Gue enggak tahu Ta! Yaudah, gue pulang dulu yah. Sorry banget yah Ta. “ kataku , lalu segera melangkahkan kakiku. Ra, Ta, Bie maafin gue…

Ketika masih dirumah tadi, aku sempat mengurungkan niatku untuk menerima ajakan Alfa. Namun, aku tak sanggup melihat wajah Alfa yang berbinar dan semangat ketika menjemputku tadi. Aku tak ingin Tim baseballnya kalah hanya karena Alfa kecewa padaku.
“ Sya, doakan aku yah. Semoga karena kehadiranmu aku bisa mencetak angka yang tinggi. “ katanya semangat. Aku hanya membalasnya dengan senyumanku. Dan…
“ mmmuach! “
OH GOD ! ALFA MENCIUM KENINGKU! Teriakku histerisku dalam hati. Tak percaya apa yang dilakukan Alfa padaku semenit yang lalu, sebelum ia berlari menuju lapangan. Aku tahu pasti wajahku kini bersemu jingga. Dan ini seperti mimpi !
Permainan Alfa sangatlah bagus. Sesekali aku berteriak menyemangatinya dan ia melemparkan senyum padaku. Itu membuatku merasa sangat bahagia. Dan kebahagiaan ku ini membuatku lupa akan sesuatu…
Akhirnya pertandingannya selesai juga. Dan Tim baseball Alfa mengantungi piala yang diperebutkan oleh beberapa Universitas.
Sudah lima belas menit setelah acara pemberian piala, namn Alfa belum juga menghampiriku. Hingga…
“ Harap tenang bagi semua yang berada di sini. “
tiba-tiba ada suara yang berbicara lewat microfont. Dan itu suara…
“ Saya Alfa. Saya berbicara di sini untuk menyampaikan rasa bahagia saya karena saya dapat hadir di dalam lomba ini dengan semangat dan percaya diri , itu karena seorang wanita yang telah membuat saya merasa berbeda. Saya tahu dia ragu datang kesini, karena rasa persahabatannya. Namun, saya kagum dengannya karena dia mengikuti hatinya. “
Aku tertegun mendengar ucapan Alfa. Semua orang yang berada di lapangan ini mendengar apa yang diucapkannya. Aku melihat Alfa datang menghampiriku dengan membawa sebuket mawar indah. Dan itu membuat aku takut…
“ Sya, aku enggak mau basa-basi. Tapi aku merasa lebih berarti berada dalam duniamu Sya. “ ucap Alfa yang berada di hadapanku sekarang ini dengan sebuket mawar merah. Aku tak bisa berkata apa-apa. Rara, Gabie, Lolita mereka yang ada diotakku sekarang ini. Cuma mereka bukan Alfa. Aku telah mengkhanati sahabat-sahabatku sendiri.
“ Sya, lihat aku? “ pinta Alfa lembut. Aku tak kuat jika melihatnya. Aku takut air mata ini membasahi wajahku. Aku tak ingin menangis ! teriakku dalam hati.
“ Maaf, aku enggak bisa Fa.” Ucapku pelan dan langsung berlari menuju luar lapangan. Yang ada di benakku aku tak ingin menyakiti sahabat-sahabatku walaupun aku tahu aku telah jatuh cinta pada Alfa.
Namun ketika aku melangkahkan kakiku dengan cepat, terdengar suara-suara memanggil namaku. Dan sepertinya aku tahu suara itu. kuhentikan langkahku, kutarik nafasku dalam dan kuhembuskan. Huuf…
“ Lo enggak perlu sampai bohong sama kita, cuma gara-gara Alfa.” Suara itu, suara itu suara…
“ Gabie? Ra? Ta? “ ucapku bingung ketika aku menolehka badanku dan melihat mereka bertiga sudah ada dihadapanku. Dadaku terasa sesak, dan spontan aku memeluk mereka , menangis dan meminta maaf.
“ Bie, Ra, Ta, gue minta maaf . Gue enggak bisa pegang janji chokibers kita. Gue penghkianat ! Gue enggak mau kehilangan kalian. Maafin gue, hu,hu,hu “ ucapku sambil terus menangis terisak.
“ Susst, udah ah udah. Kok jadi cengeng sih? Kita enggak marah kok. Awalnya kita emang kecewa sama lo. Tapi kita sayang sama lo Sya. Lo bahagia kita bertiga juga ikut bahagia.” Ucap Lolita. Mereka melepaskan pelukan mereka, menatapku dan menghapus air mataku sambil tersenyum.
Alfa berjalan mendekatiku. ketiga sahabatku tersenyum pada Alfa dan memberikan tangan kananku kepada Alfa sebagai tanda restu.
“ Sya, sekarang terimalah kebahagian lo. Kita sayang sama lo Sya. Walaupun lo jadian sama Alfa. Alfa kan masih bisa jadi CHOKIBERS buat kita bertiga. Kita masih bisa jalan berlima. And happy bareng.” Ucap Rara tulus. Mendengar ucapannya aku sangat terharu dan semakin yakin mereka adalah sahabat sejatiku.

CHOKIBERS
Di bawah Pohon besar nan rindang, saat matahari masih nampak terik dan menyengat. Aku dan ketiga temanku sedang asyik berteduh dan mengisi kekosongan waktu dengan berinternet geratis dikampus kami tercinta. Jelas aku sangat cinta kampusku ini, koneksi internetnya lancar, aku bisa puas wifian sampai batrei Laptopku kempot ! “ Syafira, buka FS gue dong… “ pinta Rara manja.  “ Ih, gue dulu sya! Apaan sih Ra, gue kan udah ngetime dari awal tadi dikelas! “ selak Lolita judes. “ Yaampuun! Itu ada Gabie. Dia juga bawa laptop. Kenapa jadi laptop gue yang diperebutkan?!” “ Gabie lagi sibuk chat. Lo tahu dia kalau lagi chatting susah diganggu gugat!” jawab Lolita manyun. Akhirnya aku mengalah dan memberikan laptopku kepada Lolita dan Rara. Aku menghampiri Gabie yang tampak sedang serius dengan Apple Macbooknya. “ Bie chat sama siapa?” “ Katanya sih anak kampus ini juga.” “ Fafa? Siapa tuh? Jurusan apa?” “ Enggak tahu gue Sya, Duh kayaknya gue panggilan alam nih! Lanjutin nih sya, gue mau ke WC dulu. “ katanya terburu-buru sambil menyerahkan tahta applenya padaku.  Fafa88 : << BUUZ ! BieCute : Sorry. Gabienya lagi kebelakang bentar.  Fafa88 : kamu siapa? Biecute : sahabatnya Syafira Fafa88 : ooo Biecute : Anak UNJ juga? Jurusan apa? Fafa88 : Akun 06 Biecute : ooh… gue seni 07 Fafa88 : si gabie juga? Biecute : iyup! Fafa88 : by the way lagi di teater terbuka wifian? Biecute : iyalah..  Fafa88 : WAH ! aktifin web cam kamu dong! Biecute : lah ngapain, sama-sama di teater terbuka kok. Ketempat gue aja. Fafa88 : dimananya?  Biecute : bawah pohon gede! “ DOR! “  “ KUMAN LO! “ teriakku latah. Ternyata Gabie yang mengagetkanku dari belakang. aku fikir fafa. Haduuh kuma deh latahku! “ Jelek banget sih latah lo kuman ! Hayo, ngapain sama Fafa?”  “ Enggak.” Jawabku datar. Aku melihat kesekelilingku. Mana sih cowok itu? padahal cluenya gampang banget. Cuma ada satu pohon besar di teater terbuka ini. Ah, palingan dia bohong anak UNJ juga,



“ BANG BAKSONYA DUA BANG! “ teriak Gabie dari bawah pohon besar tempat kita biasa wifian. Kebetulan di depan pohon ini ada tempat makan bakso yang yummy banget.

“ Eh, siapa yang mau bakso lagi? “ tanya Rara. Aku dan Lolita menunjuk tangan. Lalu kembali terfokus pada layar Toshibaku.

“ Sya, kemarin lo chat sama siapa?” tanya Lolita tiba-tiba. “ Katanya sih namanya Fafa anak Akutansi 2006. “

“ Anak sini juga? Kenapa enggak diajak ketemuan?” tanya Lolita lagi tampak interesting sekali.

“ Ngakunya iya, gue udah kasih tahu tempat tongkrongan kita. Tapi dia enggak menunjukkan batang hidungnya. Yah mau dikata apa? Mungkin bohong. Namanya juga cuma lewat chat, bisa saja cuma ngaku-ngaku.” Jelasku. Lolita terlihat berfikiri sejenak, kemudian menggangguk-angguk.

Mungkin dia juga setuju dengan pendapatku. Lima belas menit kemudian… “ Permisi… “ suara ngebass tiba-tiba membuat aku dan ketiga temanku menoleh kearah suara itu berasal. Dan, oh my god ! Cowok ! Dan lumayan keren. Badannya tinggi , wajahnya enggak beda jauh sama sammy pemain Eifel I Am In Love, so pasti dia GANTENG! Teriakku dalam hati.

“ Iya, kenapa yah? “ tanyaku. Rara, Gabie, dan Lolita masih terlihat masih belum tersadar, mereka masih terpelongo melihat cowok yang sekarang ada di depan kami persis. “ Sorry, ada yang namanya Syafira dan Gabie? Gue Alfa. “ katanya sambil menyebutkan namanya. Alfa? Aku enggak kenal orang ini, mengapa dia menanyakanku dan Gabie? Apa jangan-jangan…

“ Gue Gabie! Lo Fafa? “ tanya Gabie yang tersadar karena mendengar cowok ini menyebutkan namanya.

“ Iya, Gue Alfa, tapi biasa dipanggil Fafa. Oh lo Gabie, yang namanya Syafira?”  “Syafira.” Ucapku sambil mengulurkan tangan kananku untuk berkenalan. Biar lebih afdol gitu! Dan pasti tahu lanjutannya, Rara dan Lolita langsung enggak mau ketinggalan kenalan juga. Dasar temen-temenku ini enggak bisa lihat cowok ganteng sedikt pasti nyosor.



Pesona Alfa benar-benar memikat hati. Dari hasil berbincang-bincang dengannya aku bisa menangkap auranya. Dia cowok yang enggak hanya cakep tapi juga cerdas dan gaul.

“ Pokoknya itu bakalan jadi cowok gue! “

“ Eh, enak aza itu gebetan gue! Yang nemuin dia kan gue duluan Ta!”

“ Um, kalau dia pilihnya Rara gimana? Enggak boleh pada protes yah…”

“ ADUH ! STOP GIRLS !” teriakku kesal. Aku pusing dari setengah jam yang lalu yang dibahas Alfa terus. Sekarang mereka berebutan pula! Kamarku jadi penat dengan ocehan mereka semua. Belum tentu juga Alfa itu Jomblo.

“ Ngapain sih pada rebutin Alfa? Enggak penting tau ! “ kataku lagi.

“ Yah, habisnya gimana dia cool banget! “ ucap Rara polos.

“ Iya tapi… ‘ KRIIING, KRIIING, KRIIING ‘ “ belum lagi aku melanjutkan kata-kataku, ucapanku terselak oleh teriakkan N73 milikku. Aku meraih HPku dan ternyata ALFA ! Enam pasang mata sahabatku langsung tertuju kearahku, sepertinya mereka penasaran melihat raut wajahku yang tak enak untuk mengangkat telpon dari Alfa.

“ Kenapa enggak diangkat? “ tanya Lolita.

“ Iya, dari siapa Sya? “ lanjut Gabie dan Rara bersamaan. Aku hanya tersenyum kecut dan terpaksa menunjukan N73ku.

“ Wah, jangan-jangan Alfa suka sama lo Sya!” tebak Rara , dan itu membuat Gabie memasang wajah BT.

“ Yah enggaklah! Baru juga kenal. “ kataku. T iba-tiba… “TOET,TOET,TOEEET !” suara ponsel Gabie.

“ ALFA TELPON GUE! ANGKAT ENGGAK? “ teriak girang Gabie. Aku mengangkat bahu tanda terserah padanya. Namun ketika Gabie ingin menjawab telpon itu, panggilannya terputus.

“ Alfa tadi telpon Syafira, sekarang elo Geb. Mungkin aja besok juga telpon gue atau Rara. “ kata Lolita. Hem, aku pikir iya juga, lagipula tadi kita semua tukeran nomer dengan Alfa.

“ Girls, just for have fun gimana kalau Alfa kita jadikan CHOKIBERS kita?! “usul Rara cengar-cengir.

“ JADI COWOK KITA BERSAMA ?! “ tanyaku kaget.

“ Iyah, dari pada kita rebutan. Mendingan jadi mlik bersama aja. Lagian kita kan baru kenal. Jadi ini gebetan kita bersama dan enggak boleh ada yang curi start PDKT sama dia duluan, harus sama-sama.”

“ kenapa? “ tanya Gabie.

“ Karena persahabatan kita lebih penting dari apapun juga. Dan sekarang kita sedang tertarik sama cowok yang sama. Makanya biar sama-sama ngerasa seneng, kita jadikan dia…”

“ CHOKIBERS ! “ kataku, Gabie, dan Lolita. Aku fikir Rara kali ini benar.



Sudah hampir dua minggu ini Alfa selalu bersama kami berempat. Awalnya Gabie yang mengajak nongkrong bareng bersama, namun kesini-sininya Alfa sendiri yang datang dan ikut nongkrong di tempat tongkrongan aku, Gabie, Rara dan Lolita. Pergi nonton pasti ada Alfa, waktu ke Dufan kemarin Alfa pun ikut serta bersama aku dan ketiga sahbatku, pokoknya hampir disetiap kegiatan aku dan genkku ada Alfa yang menemani. Alfa sangat care denganku dan aku yakin dengan ketiga temanku pun dia begitu. Karena Alfa sendiri tahu bahwa dia adalah CHOKIBERS kita berempat, dan dia tidak keberatan dengan setatus itu. Mungkin dia menganggap itu hanya lucu-lucuan aku dan ketiga sahabatku. Alfa cukup akrab dan memanjakan aku juga ketiga sahabatku. Terbukti Alfa selalu menjemput kami berempat hampir setiap hari jika ke kampus. Aku dan teman-temanku merasa dunia ini lebih berwarna karena sifat Alfa yang easy going. Dan selama ini perjanjan CHOKIBERS itu berjalan dengan baik tanpa ada yang melanggar.

“ Sya? Kamu lagi ngapain “ tanya mamah yang tiba-tiba masuk ke kamarku. “ Lagi baca buku aja kok mah. Ada apa?”

“ Ada yang mencari kamu nak, sepertinya yang sering menjemput kamu kuliah.”  Hah? Alfa? Mau ngapain dia kerumahku malam hari begini? Apa mungkin ada yang penting, tanyaku dalam hati.  Aku melihat Alfa sudah duduk manis di ruang tamu rumahku. Dan dengan T-Shirt polonya itu dia terlihat very nice malam ini.

“ Malam Sya..” sapanya padaku. Ku hanya membalas dengan senyuman , lalu duduk di sampingnya. “ Aku ganggu yah? Udah mau tidur ya?” “ Enggak ganggu, ada apa Fa? “

“ Besok jalan mau enggak? Aku pengen kamu nonton pertandingan beseball ku di senayan.” Ajaknya sambil tersenyum manis padaku. Entah mengapa tatapannya membuat hawa tubuhku tak menentu.

“ Tapi sama Rara,Gabie dan Lolita juga kan?”

“ Hum, enggak usah. Aku mau kamu saja yang datang memberi dukungan padaku. Please…” pintanya dengan memasang raut wajah memelas. Aku bingung, aku tidak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku, tapi aku juga tidak bisa pungkiri aku sayang Alfa.



“ Sya, jalan yuk ke FX! Kita kan belum pernah lihat seluncuran yang katanya terpanjang itu loh. “ ajak Lolita ketika aku sedang bergegas pulang. Karena Alfa akan menjemputku dirumah sore nanti. Dan kebetulan hari ini kuliah hanya empat sks. Aku pulang bisa lebih awal. “ Duh, maaf Ta. Kayaknya hari ini enggak bisa. Gue udah ada janji sama nyokap. Sorry banget yah…”  “ Yah, padahal gue, Rara, Gabie pengen banget ke FX. Kalau enggak kita kurang lo kayaknya enggak afdol. Yaudah deh, tunda dulu ke FXnya. Oh iya Alfa tepon lo enggak ? kok dia enggak kelihatan yah hari ini? “ “ Alfa? Gue enggak tahu Ta! Yaudah, gue pulang dulu yah. Sorry banget yah Ta. “ kataku , lalu segera melangkahkan kakiku. Ra, Ta, Bie maafin gue…



Ketika masih dirumah tadi, aku sempat mengurungkan niatku untuk menerima ajakan Alfa. Namun, aku tak sanggup melihat wajah Alfa yang berbinar dan semangat ketika menjemputku tadi. Aku tak ingin Tim baseballnya kalah hanya karena Alfa kecewa padaku. “ Sya, doakan aku yah. Semoga karena kehadiranmu aku bisa mencetak angka yang tinggi. “ katanya semangat. Aku hanya membalasnya dengan senyumanku. Dan… “ mmmuach! “  OH GOD ! ALFA MENCIUM KENINGKU! Teriakku histerisku dalam hati. Tak percaya apa yang dilakukan Alfa padaku semenit yang lalu, sebelum ia berlari menuju lapangan. Aku tahu pasti wajahku kini bersemu jingga. Dan ini seperti mimpi ! Permainan Alfa sangatlah bagus. Sesekali aku berteriak menyemangatinya dan ia melemparkan senyum padaku. Itu membuatku merasa sangat bahagia. Dan kebahagiaan ku ini membuatku lupa akan sesuatu… Akhirnya pertandingannya selesai juga. Dan Tim baseball Alfa mengantungi piala yang diperebutkan oleh beberapa Universitas.  Sudah lima belas menit setelah acara pemberian piala, namn Alfa belum juga menghampiriku. Hingga… “ Harap tenang bagi semua yang berada di sini. “  tiba-tiba ada suara yang berbicara lewat microfont. Dan itu suara… “ Saya Alfa. Saya berbicara di sini untuk menyampaikan rasa bahagia saya karena saya dapat hadir di dalam lomba ini dengan semangat dan percaya diri , itu karena seorang wanita yang telah membuat saya merasa berbeda. Saya tahu dia ragu datang kesini, karena rasa persahabatannya. Namun, saya kagum dengannya karena dia mengikuti hatinya. “ Aku tertegun mendengar ucapan Alfa. Semua orang yang berada di lapangan ini mendengar apa yang diucapkannya. Aku melihat Alfa datang menghampiriku dengan membawa sebuket mawar indah. Dan itu membuat aku takut… “ Sya, aku enggak mau basa-basi. Tapi aku merasa lebih berarti berada dalam duniamu Sya. “ ucap Alfa yang berada di hadapanku sekarang ini dengan sebuket mawar merah. Aku tak bisa berkata apa-apa. Rara, Gabie, Lolita mereka yang ada diotakku sekarang ini. Cuma mereka bukan Alfa. Aku telah mengkhanati sahabat-sahabatku sendiri. “ Sya, lihat aku? “ pinta Alfa lembut. Aku tak kuat jika melihatnya. Aku takut air mata ini membasahi wajahku. Aku tak ingin menangis ! teriakku dalam hati. “ Maaf, aku enggak bisa Fa.” Ucapku pelan dan langsung berlari menuju luar lapangan. Yang ada di benakku aku tak ingin menyakiti sahabat-sahabatku walaupun aku tahu aku telah jatuh cinta pada Alfa. Namun ketika aku melangkahkan kakiku dengan cepat, terdengar suara-suara memanggil namaku. Dan sepertinya aku tahu suara itu. kuhentikan langkahku, kutarik nafasku dalam dan kuhembuskan. Huuf…  “ Lo enggak perlu sampai bohong sama kita, cuma gara-gara Alfa.” Suara itu, suara itu suara… “ Gabie? Ra? Ta? “ ucapku bingung ketika aku menolehka badanku dan melihat mereka bertiga sudah ada dihadapanku. Dadaku terasa sesak, dan spontan aku memeluk mereka , menangis dan meminta maaf. “ Bie, Ra, Ta, gue minta maaf . Gue enggak bisa pegang janji chokibers kita. Gue penghkianat ! Gue enggak mau kehilangan kalian. Maafin gue, hu,hu,hu “ ucapku sambil terus menangis terisak. “ Susst, udah ah udah. Kok jadi cengeng sih? Kita enggak marah kok. Awalnya kita emang kecewa sama lo. Tapi kita sayang sama lo Sya. Lo bahagia kita bertiga juga ikut bahagia.” Ucap Lolita. Mereka melepaskan pelukan mereka, menatapku dan menghapus air mataku sambil tersenyum. Alfa berjalan mendekatiku. ketiga sahabatku tersenyum pada Alfa dan memberikan tangan kananku kepada Alfa sebagai tanda restu. “ Sya, sekarang terimalah kebahagian lo. Kita sayang sama lo Sya. Walaupun lo jadian sama Alfa. Alfa kan masih bisa jadi CHOKIBERS buat kita bertiga. Kita masih bisa jalan berlima. And happy bareng.” Ucap Rara tulus. Mendengar ucapannya aku sangat terharu dan semakin yakin mereka adalah sahabat sejatiku.

Iklan

2 Komentar

Filed under Cerpenku

2 responses to “COKIBERS – Cowok Kita Bersama

  1. Asthyy

    hmm,,, crita.a keren bangett….. nich yg nma.a shbat sejatii !!!!!!!!!!!!!!! ^_*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s