loving Me as Big as You Love Your Idol

alur ceritanya udah jadul. ini adalah salah satu cerita yang aku kirim ke kawanku, saat baru-baru kejadian MJ tiada. tapi tidak dimuat jadi share aja ya disini. 🙂 selamat membaca.

 

By: Nuzula Fildzah

loving me as big as you love your idol

 

Shelia’s Story

Siang malam ku selalu

Menatap layar terpaku

Untuk on line on line….

Online, Saykoji! Sangat tepat menggambarkan kebiasaanku setahun belakangan ini. Yah kalau diingat-ingat kebelakang, aku paling anti sama yang namanya Online. Mendengar teman bertanya tentang alamat Friendster saja aku sudah merengutkan dahi dan langsung mengalihkan pembicaraan. Bukan karena gaptek atau apa, tapi karena aku kurang suka menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer tanpa hal yang jelas. Lagi pula aku yang dulu adalah seorang aku yang menggilai buku-buku dan….

“ Shel ! Cepetan lihat status Facebook Meichan ! BURUAN ! “ kata salah seorang teman kosanku yang tiba-tiba nyelonong masuk kamarku dengan kehebohan. Aku menatapnya heran, kenapa dia? Tiba-tiba aja teriak suruh liat fb. Emang ada apa sih di status Fb Mei ? Mau lihat sih, tapi aku lagi ngedownload lagu-lagu Michael Jackson idolaku. Kalau buka facebook, tambah lama dong loadingnya.

“ WOI ! Belum lo liat juga ? Haduh, cepetan lo buka facebook si Meichan. Gue bener-bener enggak percaya ngeliatnya. Apalagi elo yang ngefans berat ! “ desaknya lagi untuk yang kedua kalinya. Wait,wait, tadi Oca bilang aku fans beratnya? Berarti…..

Tanpa pikir lagi aku langsung log in facebook dan seketika itu juga mataku terbelalak tak percaya membaca apa yang aku lihat sekarang.

JJJ

Nugie’s Story

“ Nugie, lo tahu enggak ? “ tanya Frans sambil memasang wajah serius.

“ Tahu tentang apa Frans? “

“ Cewek pujaan lo itu ! Kabarnya histeris denger kabar burung Jacko wafat ke.. “

“ HA! Serius lo ? Jacko…” potong ku cepat, sambil memblalakan mataku tak percaya dan pastinya Shelia sekarang lagi sangat berduka dan pastinya menangis semalaman! Pantas saja aku menghubunginya semalaman namun tidak ada jawaban.

“ Aduh bro, di rumah lo enggak ada televisi? Apa lo yang kerjaannya molor melulu sampai-sampai berita yang menghebohkan dunia, lo sama sekali enggak tahu ! Udah, buruan deh lo hibur tuh si Shelia! Yah, sekalian curi-curi kesempatanlah…” seru Frans sedikit mengolokku namun tetap memberikan saran. Aku mengangguk setuju sambil berfikir apa yang harus dilakukan sekarang, apa yang harus aku perbuat untuk Sheliaku tersayang??

***

Shelia’s Story

 

“ Huuhuu..huuuu.. OCHA! Gue mau lihat langsung pemakaman Jacko pokoknya! “ ucapku sambil terus menangis. Sudah dua malam aku merasa sangat berduka dan kehilangan. Dua hari ini juga aku tak pernah melepaskan Ipod dari genggamanku. Lagu You Are Not Alone dan Smile yang mengobati rasa kehilanganku.

“ Shel, udah dong lo enggak usah segitunya. “ ucap Ocha sambil mengelus-elus rambutku yang tampang usang. Entah aku ini lebai atau termakan duka. Aku enggan memperhatikan diriku, aku sangat berduka dan yang aku inginkan hanya satu bertemu Jacko !

“ Shel, gue tahu banget lo fanslovers Jacko. Tapi ini sudah takdirnya. Lo cukup berdoa untuk dia. Enggak harus sampai ke luar negeri buat menunjukan rasa cinta lo terhadap Jacko.” Lanjut Ocha yang berusaha menenangkanku. Aku masih terus terisak dalam kesedihan. Aku merasa dadaku sesak dan aku belum bisa terima semua ini.

“ Cha, bisa tolong lihatin ponsel gue ? Dari kemarin gue enggak pegang ponsel.” Pintaku pada Ocha. Ocha terlihat kebingungan mencari Ponselku. Maklum, kamarku sudah tak berupa seperti kamar. Mungkin sudah pantas dibilang gudang. Tisu bertebaran di mana-mana. poster, dan kaset Michael Jackson tergeletak tampak tak bernyawa di lantai kamarku, persis seperti Jackson yang sudah tak bernyawa di sana. I love you…

***

Nugie’s Story

“Bro, gue harus gimana nih? Shelia tiga hari ini enggak terlihat batang hidungnya di kampus. Gue khawatir bro! Telpon gue juga enggak diangkat-angkat sama doi. Gue tahu, doi enggak suka sama gue. Makanya dia enggak angkat telpon dari gue.” Ujarku kepada Frans dengan rasa putus asa. Frans lalu merangkulku.

“ Jangan pesimis gitu kawan. Belum tentu apa yang lo rasa benar. Kenapa lo enggak coba tanya kabar dia sama Ocha? Ocha kan sahabat dia plus satu kos-kossan sama doi.” Ucap Frans menyemangatiku untuk yang kesekian kalinya. Dan tidak lama kemudian sesosok gadis hitam manis terlihat di depan mata ku. Panjang umur, itu Ocha sahabat Shelia. Tanpa ragu lagi aku akhirnya memanggilnya untuk mendapatkan informasi akurat tentang gadis impianku.

                  Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Ocha, akhirnya aku mengetahui kabar Shelia. Mungkin yang sekarang dia butuhkan hanyalah sosok Jacko. Mungkin itu tidak mungkin, tapi buatku itu mungkin!

                  “ Frans, sekrang juga temenin gue keliling Jakarta mencari apa yang gue cari. Gue tahu apa yang gue butuhkan untuk menghibur doi. “ kataku bersemangat dan tentunya Frans mendukung ideku.

                  “ OI BRO JANGAN LUPA TOPI LO NIH ! “

***

Shelia’s Story

 

                  Mengapa acara televisi semua membahas Jacko! Padahal, aku ingin melupakan sejenak. Aku ingin mengingkari kenyataan bahwa ia telah tiada. Aku juga enggak habis pikir, kematiannya malah dikomersialisasikan seperti ini. Mengapa ia tidak langsung dikebumikan, mengapa harus ditunda-tunda. Aku tahu pasti ia sedih melihat ini semua. Tenang Jacko, aku selalu mendoakanmu.

                  “ Shel ! “ sapa Ocha yang tampaknya baru pulang dari kampus. Wajahnya tampak sumeringah menyapaku. Tampaknya banyak hal yang ia akan ceritakan.

                  “ Kenapa Cha? Seneng banget hari ini ya?” tanyaku lembut. Ocha menatapku sambil tersenyum menggoda. Hump, kalau kayak gini pasti ada maunya nih anak!

                  “ Shel, dapet salam tuh dari Jacko lo ! “

                  “ Maksud lo ? Enggak ada yang bisa samain Michael Jackson Cha.. dia ya dia. “ ucapku tetap dengan santai sambil terpaku pada layar televisi.

                  “ Hum, kalau gitu fans berat lo deh. Pasti lo belum nemuin ponsel lo ya? Soalnya fans lo itu hubungin elo, terus dia bingung and panik elo enggak angkat-angkat. “ cerita Ocha. Aku hanya mengangguk, menyatakan ponselku memang belum aku temukan. Lalu aku memandang Ocha dengan tatapan enggak perduli. Ocha hanya menghela nafas dan kembali ke kamarnya.

Waktu memang berjalan sangat cepat. Tak terasa dewi malam kembali menderang di lagit bertabur bintang. Aku menatap sambil tersnyum. Indahnya langit malam ini dan aku ingin memperindah hari ku esok. Benar kata Ocha, aku tak perlu berlarut-larut sedih seperti ini. Aku memang mengagumi dan mencintai karya-karyanya dan aku sudah mengirimkan doa untuknya. Ku harap ia bahagia dan selalu indah seperti bintang di langit.

Dimana ya Ponselku? Sepertinya aku mulai rindu berkomunikasi dengan sobatku itu. Nugie, pasti dia yang menelponku dan menitipkan salam padaku. Tadi siang Ocha bilang ada fans beratku, siapa memang? Ah aku lupa dia bilang apa, aku tidak terlalu focus mendengarkan ocehannya tadi. Biarlah, yang penting sekrang hatiku sudah tenang.

***

Nugie’s Story

Tadi, Ocha telepon bilang kalau Shelia masuk kampus hari ini . Mudah-mudahan ini saat yang tepat. Enggak tahu deh, kalau kaca yang mencerminkan aku ini bisa bicara dia bakalan bilang aku ganteng atau aku aneh ! HAHA! Tapi yang jelas sepenglihatan aku sekarang ini aku udah keren banget nih. Tinggal finishingnya, latihan sebentar deh biar enggak lupa. Kanan, kiri, muter, mundur, maju ! Aku harap dengan ini dia terhibur dan bisa tersenyum.

“ Weits, GOKIL JUGA LO ! Jadi kemarin itu kita ngiterin semua pertokoan, semua pasar, and tukang jahit buat ini Gie! Hahaa! Cinta mati banget lo mas Shelia ! Tapi, top banget ! “ sapa Frans yang enggak ada angin enggak ada hujan, udah terdampar di tempat tidur ku sambil cekikikan melihat penampilanku yang sekarang ini.

“ Ha,ha,ha! Top kan bro! Tren 2009 nih, mau ikut gabung enggak? “ ucapku sambil bergaya.

“ Wuih, cukup lo aja deh. Gue dukung aja dari belakang. Kalau gue ikutan, nanti malah kecantol sama gue, lo meringis lagi.. “ ujar Frans sambil terus meledek dan menggodaku. Mataku melirik ke jam yang terus berdetak sejak tadi. Ternyata sudah pukul 10.00 WIB. It’s time to show !

Shelia’s Story

 

Wah, kangennya aku dengan kampus ini. Setelah tiga hari tidak menginjakan kaki di sini, aku merasa rindu. Apalagi dengan suasana yang ramai seperti ini. Tiga hari di dalam kamar mengurung diri seperti orang frustasi ternyata enggak enak dan kelam ! haahaa.. akhirnya bisa menghirup bebas udara segar kembali ! Teriakku dalam hati.

Menyesal juga kenapa kemarin pake ada acara mengurung diri ya. Sekrang aku berada bersama teman-teman bisa tertawa ceria, lepas bebas rasanya, dan berasa hidup kembali.

“ Shel, seneng bisa liat lo lagi. Kita harap lo enggak ada acara bersemedi lagi ya! Kelas sepi tau enggak ada orang bawel kayak elo ! “ ujar salah satu temanku. Aku tertawa mendengar ucapannya dan merasa tersanjung, berarti mereka mengkhawatirkan aku kemarin-kemarin. Hump, tapi aku kok sejak tadi tidak melihat Nugie?  Sobatku yang kocak dan enggak tau malu ! Biasanya kemana-mana aku kan diintilin sama dia. Terus dia tuh suka banget bergaya ala MJ, kocak banget ! Gara-gara dia juga, aku jadi suka Online. Gara-gara dulu aku mergokin dia lagi cariin aku lagu You Are Not Alone di internet. Semjak itu aku jadi online buat ngedownload lagu-lagu MJ dan video clip juga gossip tentang Jackson deh!

“ Eh lo gue cari-cari di sini ternyata! “ sapa Ocha yang sepertinya kelelahan mencari ku. Terlihat dari nafasnya yang cepat dan butiran keringan yang membasahi keningnya. Tanpa sempat berbasa-basi, Ocha langsung menarik tanganku dan mengajakku ke alun-alun.

***

Nugie’s and Shelia’s Story

 

Ocha ngapain sih ngajak ke alun-alun siang bolong gini? Panas kali. Lagian dia kan paling anti berpanas-panasan ria. Oh, mungkin mau ketemuan sama gebetannya kali ya? Tapi, kalau mau ketemuan ngapain ngajak-ngajak diriku? Ocehku bingung dalam hati. Melihat alun-alun yang tampak sepi siang ini. Aku menoleh ke Ocha. Ocha tampak memandangi jam tangannya lalu memandang ke kanan dan kiri. Seperti menunggu seseorang.

“ Woi, balik aja yuk ! Panas tau disini cha! “ ucapku mengeluh. Ocha tak menghiraukan keluhku. Ia tetap memandang lurus kedepan sambil memegangi tanganku. Udah kaya aku mau lari kemana aja, takut banget sih nih anak. Ucapku dalam hati.

Tiba-tiba aku mendengar sesuatu dari arah belakangku…

“ You are not alone…

         I am here with you

  Though we’re apart

  You are always in my heart..

  You are not alone… “ senandung seseorang yang amat indah. Bukan karena lagunya MJ, tapi karena dibawakan dengan hati. Karena rasa penasaran, langsung aku menolehkan wajahku kearah nyanyian itu berasal.

Aku mencubit pipiku sendiri, ketika aku melihat apa yang ada di depan mataku ini. Aku melihatnya dari atas kebawah. Sesosok MJ jadi-jadian ?

***

“ Siang Shel, lagu tadi khusus aku persembahkan buat kamu. Dan ada lagi yang mau aku kasih lihat sama kamu. Aku harap kamu enggak ketawain aku yah.” Kataku berusaha menghilangkan urat maluku demi dia. Dia yang aku sudah lama kasihi. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum, karena senyumnya adalah bahagiaku.

Sebuah tarian khas Michael Jackson meluncur dari ku hanya untuk Shelia. Sambil menari, aku curi-curi pandang kepadanya. Ia tersenyum melihatku. Entah senyuman meledek atau terpukau melihat tarianku. Yang pasti aku lakukan ini untuk membuatnya bahagia.

Tepuk tangan meriah bergema dari berbagai sudut alun-alun. Ternyata sejak tadi, orang-orang telah berkerumun melihatku. Duh, merasa jadi badut nih ! Tenang Gie, relax, and stay cool for Shelia ! Ucapku dalam hati berusaha menjaga ekstensi diri. Aku menatap lurus ke arah gadis manis berambut hitam panjang sebahu itu, matanya yang sendu membuatku selalu merasa sejuk dan senyumnya yang manis membuat ku makin tenang. Aku berjalan ke arahnya dengan langkah ala MJ.

“ Shel, sorry ya gue ngelakuin ini…” ucapku sambil malu-malu. Duh, bingung gue harus bilang apa lagi sama dia ? Shel, say something plis…

“ I Like it. “ jawab Shelia sambil tersenyum dan tiba-tiba ia membuka kacamata hitam yang aku pakai.

“ Kayak gini lebih ganteng kok Gie. Gaya lo bagus, yah 80% mirip MJ and tariannya not bad lah ! Tapi, gue kok MJ pake to..pi.. Koboi ? “ ucap Shelia polos sambil tertawa kecil. Mendengar hal itu aku baru ingat, aku pakai topi koboi ! hahaaa ini gara-gara Frans !

“ Hehee.. iyah yah? Gapapa deh ya Shel, biar khas ! hehee… “ balasku ngeles.

“ iyah. Thanks ya sob ! Tapi kenapa lo kayak gini? Ini kan malu-maluin elo aja.”tanya Shelia. Dan pertanyaan ini menjebakku. Apa ini saat yang tepat untuk…

“ NUGIE ! UDAH TANCAP BRO ! “ teriak Frans dari jauh. Ah Frans, lo selalu buat gue malu ! Tapi ini mungkin saatnya. Ya ini saatnya !

“ Shelia, tadinya ini aku lakukan hanya untuk membuat kamu tersenyum kembali setelah kepergian Jacko idola kamu. Tapi, aku juga enggak bisa bohong. Aku sayang kamu! “ ucapku jujur dan Shelia diam tak berkata apa-apa. Aku menjadi mati kutu, apa salah ya ucapanku tadi ?

Namun dua menit kemudian…..

“ Aku juga sayang kamu Gie. Bukan karena kamu jadi Jacko jadi-jadian.” ucap Shelia lembut, sambil memelukku.

“ Cintai aku seperti dirimu mencintai MJ…” bisikku padanya sambil terus memeluknya erat. Ia mengangguk dan berkata,

“ Lebih, karena kamu bukan idolaku melainkan cintaku”

Iklan

2 Komentar

Filed under Cerpenku

2 responses to “loving Me as Big as You Love Your Idol

  1. Manis sekali. Really teenager story. Nice writer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s