TOPENG

yang ada di depan mata saya hanya manusia tak berparas

ya, berwajah namun tak teraba nyata

wajah satu diantara  yang lain berupa layaknya topeng wayang

ada yang tertawa, menyungging duka, hingga semua rasa terpaku dalam goresan topeng kayunya

” hei, rupa apakah yang kau lukis dibalik topengmu ? “ tanyaku pada seorang pria bertopeng duka

sayang ia hanya terdiam parau…

duka bisa saja suka..

TOPENG!

jika nyata, mengapa harus berselimut dalam rupa yang harus dihipotesis kebenarannya

jika boleh ku parang akan kuparang penutup rupanya…

sehingga tak ada yang buta akan realita rasa

nuzula fildzah. 24 maret 2010

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under PUISIKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s