Jawaban Yang Hilang

Jawaban yang Hilang

Nuzula Fildzah

 

Seikat mawar merah yg setengah kering itu jatuh terhampar di lantai yang dingin.

Seiring dengan itu,wajah gadis itu memerah seperti buah palm muda. pipinya basah dan hanya terseguk seguk dengan isakan air mata.

Kakinya berjalan tak tentu arah, geram namun ia tak dapat melakukan apa-apa kecuali menangis.

ia merasa bingung,mengapa ia hanya menjadi sasaran amarah orang yang ia sayangi?

            ” Aku hanya ingin jujur. bukan sengaja ingin membuatnya terkena masalah. Aku hanya khawatir padanya. mengapa ia tak tahu aku tulus padanya? Ia kini benci padaku.Aku tak tahu bagaimana membuat semua ini lebih baik.” ucapnya lirih dalam balutan selimutnya yang kini lembab karena air matanya. Kesya merasa malam ini begitu sangat kelam baginya. rangkaian kata Neo orang yang amat ia kasihi, ternyata tak percaya akan dirinya. Hujaman kalimat menyakitkan darinya seperti pisau yang mengoyak hati kesya.

            Nyanyian indah burung kecil, menggelitik telinga kesya yang masih terlelap dalam tidurnya yang membuat hatinya tenang untuk sementara.Ia Tak sadar, pagi telah menyambut harinya kembali. Namun, kesya menyambut pagi ini dengan setengah hati ketika ia membuka matanya yang sipit sayu dan tak seindah biasanya. kesya membangkitkan tubuhnya dari pelukan selimut tersayangnya, rambutnya terurai panjang ia cepol ke atas. kaki indahnya melangkah ke depan kaca lemarinya yang selalu menyambut harinya dengan penuh kejujuran paras. Ia berkaca lalu bergumam sendiri ,

            ” Sembab sekali mataku. Apa aku harus pergi dengan keadaan seperti ini ? pasti ia tak akan iba melihatku. aku yakin ia akan semakin menghadangku dengan tatapannya yang menuduhku. Aku benci diriku, aku benci mengapa aku harus menangis semalam ? Bodoh ! Aku akan terlihat lemah jika wajahku masih seperti ini… ”

Penyesalan kesya tak ada gunanya, ia sudah membuat wajahnya muram pagi ini. Dengan sebisa mungkin ia mengakali wajahnya untuk terlihat segar. Sesudah ia menyegarkan tubuhnya dengan air yang membuat perasaan lebih baik dari sebelumnya , kesya kembali bercermin. Kesya membuka kotak kosmetiknya dan mulai berkesperimen dengan beberapa kosmetiknya , mengakali matanya yang sipit sembab. Ia mulai menyunggingkan senyumannya dan menanta nafasnya agar kenyamanan perasaannya datang. Kesya akhirnya merasa siap semuanya. wajahnya sudah lebih cerah dan waktunya ia melangkah menuju kesibukan rutinnya di kampus. Dan satu yang ia harapkan, ia tak akan membiru kalbu ketika nanti bertemu Neo.

            “ DOOR !”

            Seketika, keysa yang sejak tadi duduk di pinggiran tangga dan merenung, ia langsung menoleh ke belakang dengan wajah terkejut. Dan ia tak menyangka ternyata itu….

            “ hanyo, kamu lagi apa disini sendirian?”

            “ ih bikin kaget ajah ! enggak lagi ngapa-ngapain kok. “

“ Yah enggak lah, emang kamu tuh suka jail kayak orang kesurupan kalau udah jail ! “ oceh keysa kepada Erdan. Keysa, tak menyangka selama berbincang-bincang ia dapat merekahkan senyumannya kembali. Dan itu memang selalu terjadi setiap Erdan berada disisinya langsung maupun tidak langsung, ia dapat mengubah detik detik keysa yang jenuh menjadi berwarna kembali dengan sedikit candaan.

“  Key, kamu lagi ada masalah yah? “ tiba-tiba Erdan bertanya pertanyaan yang sejak tadi Keysa tak ingin ia dengar. Keysa terdiam, tertunduk dan..

“ Hahaha, enggak kok ! “ jawab Keysa menyembunyikan perasaannya yang kelabu. Erdan, tersenyum pada Key. Dan hal yang tak terduga sama sekali ole key terjadi,Erdan mengelus kepala Keysa dengan penuh rasa tulus. Setidaknya itu yang keysa rasakan.

“ Key, jangan aniyaya perasaanmu sendiri. Harimu masih harus dijalani dengan semangat dan senyumanmu. “ ucap Erdan dengan nada menenangkan. Keysa hanya membalas dengan senyuman kecil. Ia tak tahu harus menjawab apa, karena yang sekarang ada di kepalanya hanyalah Neo dengan penuh tanda tanya.

“ KEYSA! DOSENNYA UDAH DATENG !” teriak salah seorang teman Keysa dari luar kelas. Mendengar sirine itu, Keysa langsung berpamitan pada Erdan untuk segera masuk ke dalam kelas. Erdan memasang wajah semangat untuk Key, berharap Key lebi ceria dengan semangat darinya.

Suasana kelas semakin tak jelas. Tidak hanya dosen yang berbicara, namun banyak siswa yang mengoceh sendiri. Bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Mungkin ucapan dosen sama sekali tak menyangkut di kuping mereka. Sama seperti Key saat ini, Key hanya memainkan pulpennya sambil menatap kearah dosen. Mungkin terlihat Keysa memperhatikan Dosen, namun sesungguhnya pikiran Keysa saat ini tidaklah berada di dalam kelas ini. Pikiran Key saat ini terdampar di sebuah lorong sempit yang berisi banyak pertanyaan dan jawaban yang harus Key isi sendiri. Key merasa bimbang, namun Key sudah tak sanggup menuliskan isi dari pertanyaan-pertanyaan itu.

“ Key,key, key… “ Uvi memanggil Key sambil menyenggol lengan kiri Key. Namun Key tidak menoleh. Uvi memandangi Key heran. Sekali lagi Uvi mencoba memanggil Key.

“ Key… Key…”

“ Eh, Um…. Kenapa Vi ?

“ Lo bengong yah ? “

“ Um, bengong ya? Gw? “

“ Iya elo ! Emang siapa lagi, gue dari tadi senggol lo sambil panggil lo, lo enggak sadar. Wah ada masalah yah sama Neo ?”

“ Um, enggak. Huft….”

“ Yaelah, keliatan kali dari raut wajah lo yang bullet ntu ! hahaha. Udahlah stay cool aja, tuh anak juga dari tadi cuek aja. Udah, enggak penting mikirin dia.”

“ Iyah, pengennya gitu. Tapi enggak bisa.  Bosen….”

“ Gue juga yang lihat lo bosen murung gini melulu. Udah kaya ikan mas koki muke lu Key ! hahahaa kalau lo kayak begini melulu dua tahun lagi lo udah jadi nenek loh Key. Tuh muka dilipet melulu sih. “

“ Dasar rese. “

“ Ehem, tadi gue ngintip loh. Ngapain lo sama si Endra ? Cie… udah sama dia aja. Bisa buat lo ketawa dan tersenyum.”

“ Apa sih? Ihhh…” Ucap Key sambil mencubit pipi Uvi. Tapi Key merasa yang Uvi katakana ada benarnya juga. Namun Key belum sanggup memilih.

****

Ketika kepercayaan itu tersusun rapih,

Ketika kepercayaan itu telah terukir mati dalam hati,

Dengan tiupan itu dengan mudahnya ia hancurkan semua.

Dan sepertinya aku bukanlah pilihanmu.

           Key terus mencorat-coret bindernya. Seharusnya sekarang Key bercanda girang dengan teman-temannya, namun siang ini Key enggak ikut dengan mereka. Key memilih untuk tetap di Kelas dan menunggu Jam kuliah berikutnya. Berharap, Neo mendatanginya dengan senyuman, namun itu tidaklah terjadi. Sejak tado Neo sama sekali tidak menatap Key , tidak melemparkan senyumannya kepada Key. Neo dingin dan terus melemparkan bidikan benci kepada Key.

“ Key , ngapain sih kamu telpon ke rumah ? gara-gara kamu, aku jadi dimarahin sama mami tau ! “

“ Aku hanya khawatir sama kamu. Aku enggak ngomong gimana-gimana kok sama mami…”

“ Ah, enggak perduli ! Yang pasti gara-gara kamu, aku jadi kena semprot ! Sebelumnya aku enggak pernah dimarahin karena pulang malem. Tapi gara-gara telpon dari kamu, aku jadi dimarahin! Entah apa ya yang kamu bilang sama mami, sampai mami jadi marahin aku. Udahlah Key ! “

“ Neo, aku hanya menjawab apa yang ditanya mami. Aku enggak melebih-lebihkan. Mami bilang telpon kamu enggak diangkat-angkat. Mungkin mami kesal karena itu. jangan salahin aku gini dong. “

“ BODO !” Ucap Neo sinis. Key sangat sakit mendengar ucapan Neo saat itu seperti tidak ada rasa percaya lagi kepada Key. Masalah itu tidak separah apa yang dibanyangkan, namun Neo mengangap masalah itu adalah masalah yang sangat besar.

Hingga sampai saat ini, Neo pun tidak menunjukan itikad baik kepada Key.

Hari-hari berganti dengan sedikit kesedihan di hati Key. Sedikit itu yang tampak dari luar. Namun terasa bagai hantaman kuat yang mendera di hati Key. Neo sama sekali tidak bersuara. Neo membuat Key merasa sangat tak berarti lagi. Key merasa itu sangat terlalu, Key merasa Neo mulai tak perduli. Entah apa yang akan terjadi nantinya. Lima hari Neo menghujani Key dengan pertanyaan “ Bagaimana kelanjutan semua ini ?”

Untuk menghilangkan kejenuhannya, Sejak kemarin Key mengisi waktunya bermain Facebook. Key menemukan banyak karakter di dalamnya. Berbagai Shoutout yang mendeskripsikan isi hati mereka. Namun berbeda dengan Keysa. Ia enggan menunjukan isi hatinya dalam Facebook. Yah sedikit menumpahkan baluran kata dalam sebuah puisi ke dalam notes fb menurut Key itu wajar. Tiba-tiba Keysa tersenym sendiri, melihat status temannya yang bertuliskan merried. Keysa merasa temannya itu mencari sensasi. Beberapa teman facebooknya mengkomentari status itu dengan rasa penasaran. Status palsu ! seperti lagunya vidi, yup facebook dihujani dengan status palsu , itulah yang Keysa tertawakan. Yang belum punya pacar, menuliskan statusnya in relationship , yang punya pacar menuliskan single  dan banyak lagi warna status palsu mereka. Lucu-lucu dan Keysa tidak ingin status Keysa sekarang berubah menjadi status palsu, bukan di facebook melainkan dunia real Keysa.

Key, melangkahkan kakinya ke ruang kelas yang terasa hampa. Seperti perasaan Key saat ini pastinya. Dua orang Gadis sedang duduk dipojokan dengan aura kelabu. Melihat itu Keysa langsung berlari menghampiri dua gadis itu.

“ Vin. Uvi kenapa? “tanya Key khawatir. Karena tenyata mereka adalah Vinta dan Uvi. Uvi menangis tersedu-sedu. Entah apa yang terjadi padanya.

“ Uvi kenapa? Udah jangan nangis ya… “

“ Gue benci cowok ! “ Ucapnya dengan mata sendu berurai air mata. Dari perkataannya sepertinya masalah percintaan.

“ Dia putus Key… Tanpa hal yang jelas, Egi memutuskannya. “ Ungkap Vinta padaku. Sepertinya cowok-cowok itu selalu menjadi abstrak ketika ingin memutuskan pasangannya. Keysa berbicara dalam hati, sama kok vi, gue juga benci keadaan seperti itu.

Sepertinya hidup ini menjadi flat karena patah hati. Dan aku tidak mau seperti itu. ini hidupku, bukan hidup aku dan dia. Aku harus terus bernafas bahagia, membuang semua masalah yang tidak perlu aku pikirakan . semua itu hanyalah benalu dan akan tumbuh menajadi racun hati.

Uvi, menghilangkan penatnya dengan shopping gila-gilaan. Itu masih positif, masih banyak cewek diluar sana yang patah hati yang melukai dirinya sendiri. Sangat mengenaskan. Key ingat sekali, dulu temannya patah hati, hingga menyilet pergelangan tangganya sendiri hingga ia merasa sakit hatiny tertutupi dengan sakit di lengannya. Itu adalah hal yang bodoh menurut Key. Dan Itu membuktikan, sakit hati adalah hal yang terberat yang dialami wanita jika ia telah jatuh cinta. Namun Keysa berbeda. Keysa akan menyelesaikan masalah ini dengan baik. Tak dengan menyakiti dirinya.

“ Neo. Aku mau bicara. “ kata Keysa sambil mendekati Neo yang sedang kumpul dengan temannya langsung memasang wajah innocent ! dan Key tak suka melihat itu. Key, menarik tangan Neo agar bisa angkat kaki dari tempat itu. Key rasa kalau tidak seperti itu. hatinya akan semakin perih.

“ APA SIH ! “ bentak Neo tak suka. Key menatap Neo dalam – dalam. Satu hal yang Key lihat. Tak ada lagi rasa itu.

“ Aku ingin selesaikan semua. Jangan buat waktuku terbuang karena fikiranku yang sia-sia karena hal ini. Aku bukan boneka. Salahku apa? “

“ Ha? Masih tanya apa?udahlah aku ga mau berantem.”

“ Siapa yang ngajak beradu argumen. Aku enggak ingin bertengkar. Menurutku, semua terjadi karena ulahmu sendiri. Dan itu bukan salahku.”

“ Aku kayak gini , ini sudah merupakan titik paling sudut selama aku mengenal orang. Sekrang terserah kamu Key. “

“ Terserah itu bukan jawaban. Itu hanyalah ungkapan pelarian dari masalah, okei, aku udah enggak sanggup seperti ini terus.  Mulai sekrang hiduplah dalam duniamu sendiri tanpaku mungkin kau kan merasa lebih bahagia.” Ucap Key dengan wajah tersenyum, dan berharap ini bukanlah keputusan yang salah. Neo menatap Key, dengan tatapan datar. Entah apakah ia bahagia atau sebaliknya.

Ahirnya Key dapat menuliskan jawaban pada pertanyaan yang menempel pada dinding hitam dalam hatinya. Ia memilih tuk trus berjalan tanpa hadirnya Neo. Lagi Pula masih banyak pria yang menuggu ku diluarsana dengan perasaan yang tak sebimbang Neo. Kata Keysa dalam hati.

Cinta itu adalah kelengkapan dalam perjalanan hidup. Namun Cinta juga hal yang paling sulit dimengerti dalam perjalanan hidup. Melangkahlah dengan senyuman, karena nafas kita masih berarti untuk kehidupan yang lain.

Iklan

6 Komentar

Filed under Cerpenku

6 responses to “Jawaban Yang Hilang

  1. iin syah

    Sweet cerpen, I like it!

  2. Aghisni

    dan cinta itu kejujuran,,,
    ^_^

    untuk menggapai cinta itu maka, kencangkan tangan mu dlm menorehkan bakat yg ada dlm dirimu..

  3. Wow.. thumbs up! 🙂
    kyny pernah ngeliat Zula deh? mahasiswi UNJ bukan say?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s